- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
20 Saham Ini Kena Aksi Borong Asing, Saat IHSG Melemah dan Perry Undur Diri
Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Di tengah aksi jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia, sejumlah saham justru menjadi incaran pada perdagangan sesi I, Senin (27/7/2026). Berdasarkan data Foreign Activity Midday Stockbit Sekuritas, investor asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp293,41 miliar.
Sepanjang sesi I, nilai pembelian asing mencapai Rp2,17 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp2,47 triliun, sehingga arus dana asing masih keluar dari pasar saham domestik.
Meski demikian, terdapat 20 saham yang mencatatkan net foreign buy, dengan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing.
EMAS memimpin daftar pembelian bersih asing dengan nilai mencapai Rp116,86 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp70,30 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan net buy Rp10,48 miliar, kemudian PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA) sebesar Rp8,42 miliar, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp7,69 miliar.
Baca Juga: BEI Minta Klarifikasi DATA soal Transaksi Saham Protelindo, Ini Penjelasannya
Baca Juga: BEI Gembok Saham ALKA dan MPRO Usai Naik Tajam, Investor Diminta Waspada
Baca Juga: Independensi BI Dipertanyakan Pascamundurnya Perry Warjiyo, Rupiah dan SBN Berpotensi Tertekan
Sedangkan saham lain yang juga mencatatkan akumulasi investor asing, antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp7,59 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp6,25 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp6,17 miliar.
Berikut daftar lengkap 20 saham dengan net foreign buy terbesar pada sesi I perdagangan Senin (27/7/2026):
|
No. |
Saham |
Net Foreign Buy |
|
1. |
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) |
Rp116,86 miliar |
|
2. |
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) |
RP70,30 miliar |
|
3. |
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) |
Rp10,48 miliar |
|
4. |
PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA) |
Rp8,42 miliar |
|
5. |
PT Petrosea Tbk (PTRO) |
Rp7,69 miliar |
|
6. |
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) |
Rp7,59 miliar |
|
7. |
PT Bank Negara Indonesia (Persero Tbk (BBNI) |
Rp6,25 miliar |
|
8. |
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) |
Rp6,17 miliar |
|
9. |
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) |
Rp5,13 miliar |
|
10. |
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) |
Rp5,02 miliar |
|
11. |
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) |
Rp4,88 miliar |
|
12. |
PT Timah Tbk (TINS) |
Rp4,42 miliar |
|
13. |
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) |
Rp3,83 miliar |
|
14. |
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) |
Rp3,72 miliar |
|
15. |
PT United Tractors Tbk (UNTR) |
Rp3,66 miliar |
|
16. |
PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) |
Rp3,30 miliar |
|
17. |
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) |
Rp3,21 miliar |
|
18. |
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) |
Rp3,19 miliar |
|
19. |
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) |
Rp3,12 miliar |
|
20. |
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) |
Rp3,07 miliar |
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: