Kredit Foto: Ist
Solo atau Surakarta menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan antara kekayaan budaya, wisata alam, hingga destinasi modern yang tengah populer. Didukung akses transportasi yang semakin mudah, kota ini mampu mempertahankan jumlah kunjungan wisatawan di atas 5 juta orang dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 5,44 juta pada 2023 dan tetap stabil di kisaran 5,45 juta pada 2024. Meski pertumbuhan secara tahunan relatif datar, capaian tersebut menunjukkan Solo masih menjadi tujuan wisata yang konsisten diminati.
Sejumlah agenda budaya turut menjadi faktor yang mendorong minat wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama di Solo. Berbagai acara seperti Dekranas, Solo Keroncong Festival, Festival Payung, dan Solo International Performing Art menjadi magnet yang memperkaya pengalaman wisata. Di sisi lain, keberadaan jalan tol juga memicu tren perjalanan singkat atau day trip, di mana wisatawan dapat menikmati berbagai atraksi tanpa harus menginap.
Beragam destinasi wisata baru maupun hasil revitalisasi turut memperkuat daya tarik Solo dan kawasan sekitarnya.
Solo Safari, yang merupakan hasil revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug di Jalan Ir. Sutami, Jebres, menjadi salah satu tujuan favorit wisata keluarga. Tempat ini menawarkan pengalaman mengenal berbagai satwa liar dengan harga tiket mulai Rp30.000 untuk anak-anak, serta menghadirkan suasana yang lebih nyaman untuk kegiatan edukasi maupun rekreasi.
Di wilayah Sukoharjo, Rasamadu Heritage menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep wisata di bekas pabrik gula kolonial. Destinasi ini memadukan museum, area foto bergaya Eropa klasik, serta taman dengan latar bangunan bersejarah yang banyak diminati wisatawan, khususnya generasi muda.
Sementara itu, De’ Tjolomadoe di Karanganyar juga mengusung konsep revitalisasi bangunan bersejarah. Bekas Pabrik Gula Colomadu tersebut kini menjadi kawasan wisata edukasi yang menghadirkan museum sejarah industri gula sekaligus ruang publik dengan arsitektur klasik dan fasilitas kafe.
Bagi pencinta wisata alam, Kemuning Sky Hills di kawasan Kebun Teh Kemuning, Karanganyar, menawarkan sensasi menikmati panorama perkebunan teh dari jembatan kaca sepanjang 65 meter. Destinasi ini dapat dikunjungi dengan tiket dasar mulai Rp10.000 dan menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati udara pegunungan.
Di sektor wisata religi, Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi ikon baru di Solo. Replika masjid megah dari Abu Dhabi tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tujuan wisata arsitektur yang terbuka bagi masyarakat umum.
Sementara itu, Cepogo Cheese Park di Boyolali menawarkan konsep wisata keluarga yang memadukan edukasi, kuliner, dan fotografi. Destinasi ini menghadirkan rumah hobbit, area interaksi dengan satwa, serta panorama Gunung Merapi yang menjadi daya tarik utama.
Di balik tingginya kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel berbintang di Solo mengalami penyesuaian. Rata-rata Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat sebesar 54,75 persen pada 2023, kemudian turun menjadi 52,43 persen pada 2024, dan berada di kisaran 49,39 persen pada periode Februari hingga Desember 2025. Penurunan tersebut dipengaruhi faktor musiman, termasuk Ramadan, meski tingkat okupansi umumnya kembali meningkat pada akhir tahun.
Brand & Marketing Director Ascott Indonesia, Irene Janti, menilai Solo memiliki daya tarik yang terus berkembang.
"Solo menawarkan perpaduan harmonis antara kekayaan budaya dan inovasi wisata modern yang terus berkembang, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang ingin mengeksplorasi keindahan Jawa Tengah," ujarnya.
Baca Juga: Kemenpar Nilai Kebijakan Bebas Visa Mampu Dongkrak Kunjungan Wisatawan Sebesar 32,4%
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, Solo juga memiliki beragam pilihan akomodasi di lokasi strategis, termasuk HARRIS Hotel & Conventions Solo dan POP! Hotel Solo. Salah satu wisatawan, Elizabeth, yang menginap pada Juli 2025, mengaku puas dengan pelayanan yang diterima.
"Pelayanan ramah, makanan enak dan banyak pilihannya, resepsionis semua juga friendly dan membantu kami selama menginap," katanya.
Dengan akses transportasi yang semakin mudah, ragam kuliner khas Jawa, serta kalender acara budaya yang berlangsung sepanjang tahun, Solo terus memperkuat posisinya sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata lengkap. Kombinasi antara budaya, sejarah, alam, dan destinasi kekinian menjadikan kota ini tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona Jawa Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: