Kredit Foto: Dok. Kementan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyambut baik kolaborasi penelitian di bidang pertanian dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia menyebutkan melalui karya penelitian anak bangsa tersebut, diharapkan dapat menekan impor melalui produksi capai 100 ribu hektar.
Untuk penjajakan kolaborasi penelitian pertanian dengan UGM, Amran mengatakan produksi dikembangkan untuk 2.000 hektar. Kolaborasi ini, lanjut Amran, dilangsungkan untuk mengurangi impor komoditas strategis seperti bawang putih, kedelai hingga bahan baku pakan ternak.
"Nah kita lihat dulu 2.000 hektar. Kalau ini berhasil kita tingkatkan kalau perlu sampai 100.000 hektar," jelas Amran kepada awak media, Senin (29/6/2026).
Kolaborasi ini, sebut Amran, dilakukan guna mencapai swasembada pangan dari 11 komoditas strategis. Menurut dia, Indonesia sudah mampu melakukan swasembada untuk 8 komoditas, hingga praktis tersisa tiga yang tergolong masih impor.
"Ya doakan, janganlah kita ini bagaimana padi jagung sustain, kemudian kedelai dan bawang putih kita rintis dari sekarang," terang Amran.
Diketahui, pada pertemuan Senin pagi tersebut, Amran mendiskusikan proyek kerja sama penelitian, nilai total kolaborasi Rp40 miliar, guna menekan impor komoditas strategis dengan menggunakan hasil riset karya anak bangsa.
Mentan Amran menyebutkan total anggaran Rp40 miliar ini disalurkan kepada penelitian kampus UGM guna menghentikan kebutuhan impor dari lima komoditas strategis.
Dia menuturkan, saat ini Indonesia tercatat merogoh kocek APBN sebesar Rp300 triliun lebih untuk impor komoditas strategis, meski sudah turun sebesar Rp41 triliun dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Mentan Amran Borong Hasil Riset UGM Senilai Rp40 Miliar, Untuk Apa?
Baca Juga: Ekspor Pertanian RI Tembus Rp760 Triliun Selama Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Total kerjasama hari ini (dengan UGM) ada kurang lebih 5 komoditas, itu Rp40 miliar," ungkap Amran dalam kesempatan yang sama.
Adapun kelima komoditas strategis tersebut, Amran memaparkan yakni bawang putih, kedelai, pakan ternak, pupuk olahan batu bara atau kalium humat, dan sapi perah GaMa (gagah dan macho).
"Untuk kedelai kita kerja sama karena sudah mendapatkan produktivitas 3 ton per hektar," jelas Amran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra