Senator Amerika Ngamuk usai Menlunya Trump Tak Bisa Jelaskan Keuntungan dari Perang Iran
Kredit Foto: Istimewa
Kritik keras terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat(AS) Donald Trump terkait konflik dengan Iran kembali mencuat. Pemimpin Fraksi Demokrat di Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer menuding pemerintahan Trump tidak mampu menjelaskan keuntungan nyata yang diperoleh Amerika setelah terlibat dalam perang melawan Iran.
Schumer melontarkan kritik tersebut setelah menerima pengarahan tertutup dari sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mengenai perkembangan negosiasi perdamaian dengan Iran.
Baca Juga: Roy Suryo Digerebek Pihak Intervensi di Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi: Sejelek-jeleknya...
Namun menurut Schumer, penjelasan yang diberikan pemerintah jauh dari memuaskan. Ia menyebut pengarahan tersebut terlambat, minim informasi dan gagal memberikan gambaran jelas mengenai hasil yang diperoleh Amerika Serikat dari konflik tersebut.
"Setelah menyeret Amerika ke dalam perang yang mahal, pemerintahan Trump masih tidak bisa menyebutkan satu pun hal yang didapat rakyat Amerika sebagai imbalannya," kata Schumer, dikutip Selasa (30/6).
Ia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Rubio justru mengonfirmasi Iran tetap berpeluang memperoleh pendapatan minyak dalam jumlah miliaran dolar sekaligus mempertahankan posisi strategisnya di Selat Hormuz.
"Sebaliknya, Menteri Rubio mengonfirmasi kepada saya bahwa Iran akan memperoleh miliaran dolar dari pendapatan minyak sambil tetap mempertahankan pengaruh berbahaya atas Selat Hormuz," ujarnya.
Menurut Schumer, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tujuan utama operasi militer terhadap Iran belum menghasilkan keuntungan strategis yang nyata bagi Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran dinilai masih memiliki posisi tawar yang kuat terhadap jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Karena itu, Schumer mendesak agar pemerintahan Trump tidak hanya memberikan penjelasan secara tertutup kepada anggota Kongres, melainkan juga bersedia mempertanggungjawabkan kebijakannya secara terbuka di hadapan publik.
"Jika ini adalah pembelaan pemerintahan di balik pintu tertutup, Menteri Rubio seharusnya menyampaikannya di bawah sumpah, secara terbuka, di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat tersebut juga menilai masyarakat Amerika berhak mengetahui secara rinci alasan pemerintah membawa negara itu ke dalam konflik bersenjata dengan Iran, terutama mengingat besarnya biaya yang harus ditanggung.
"Rakyat Amerika membayar harga dari perang Trump. Mereka pantas mendapatkan jawaban, bukan alasan-alasan yang terus disampaikan pemerintahan ini," kata Schumer.
Pernyataan Schumer muncul ketika pemerintahan Trump masih melanjutkan jalur diplomasi dengan Iran setelah kedua negara sempat saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormuz. Meski pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, perdebatan mengenai manfaat operasi militer terhadap Iran kini semakin mengemuka di dalam negeri Amerika Serikat.
Baca Juga: Datang Tiba-tiba, Inilah Sosok Pihak Intervensi Sidang Praperadilan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Kritik dari pimpinan Demokrat Senat itu juga menambah tekanan politik terhadap Gedung Putih. Schumer menilai pemerintah belum mampu menunjukkan bahwa pengorbanan yang telah dikeluarkan Amerika Serikat selama konflik dengan Iran memberikan keuntungan yang sebanding bagi kepentingan nasional maupun keamanan rakyat Amerika.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: