Pesan Pengamat Politik ke PSI: Jangan Terlampau Berharap ke Jokowi, Contohlah Golkar!
Kredit Foto: Akun X @DianSandiU
Pernyataan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) yang meyakini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2029 memicu berbagai tanggapan.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pernyataan Jokowi lebih tepat dipandang sebagai bentuk motivasi bagi kader PSI.
Menurutnya, peluang PSI lolos ke DPR masih bergantung pada kerja politik partai dan kualitas para calon legislatif (caleg).
"Ketika Jokowi mengatakan PSI insyaallah akan lolos ke parlemen, saya meletakkan ini sebagai semangat yang sengaja ingin Jokowi tunjukkan kepada kader-kader PSI di Lampung supaya kerja keras dan punya target besar," ujar Adi Prayitno.
Adi menilai popularitas Jokowi memang dapat memberikan efek elektoral bagi PSI. Namun, dalam sistem pemilu proporsional terbuka, penentu utama perolehan suara tetap berada pada kemampuan para caleg di setiap daerah pemilihan.
Ia mengingatkan PSI agar tidak terlalu bergantung pada figur Jokowi dan mulai memperkuat basis politik di tingkat akar rumput.
"Jangan terlampau berharap ke Jokowi, nanti berharapnya harus ke caleg-calegnya. Caleg inilah yang akan jadi pertaruhan sesungguhnya. Contohnya Golkar, sejak Pileg 2019 suara mereka selalu bagus padahal tidak punya satu tokoh (sentral). Rahasianya terletak pada kekuatan caleg yang diusung," kata Adi.
Menurutnya, jika PSI kembali mengusung caleg yang kurang memiliki basis dukungan di daerah, peluang untuk kembali gagal menembus parlemen tetap terbuka.
Dua Hal yang Perlu Dilakukan PSI
Adi menyebut terdapat dua langkah yang perlu menjadi perhatian PSI menjelang Pemilu 2029, yakni:
1. Meningkatkan kerja politik secara langsung di tengah masyarakat, termasuk menyerap aspirasi warga dan memperkuat aktivitas di tingkat akar rumput.
2. Memperkuat struktur organisasi partai hingga tingkat daerah agar mampu mendukung kerja para caleg secara efektif.
"PSI hari ini memang punya semangat politik yang berlipat ganda setelah mendengar ucapan Jokowi. Tapi bagi saya jangan lupa, instrumen utama pemilu kita adalah kekuatan dari caleg yang diusung," ujarnya.
Untuk melihat peluang PSI menuju DPR, berikut perbandingan perolehan suara partai pada dua pemilu terakhir dengan ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
Tahun Pemilu: Pemilu 2019
Raihan Suara Nasional: 2.650.361
Persentase: 1,89%
Status ke Parlemen: Gagal (Tidak Lolos Threshold)
Tahun Pemilu: Pemilu 2024
Raihan Suara Nasional: 4.260.169
Persentase: 2,80%
Status ke Parlemen: Gagal (Tidak Lolos Threshold)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat