Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Bersih MDKA Melonjak 4.523% pada Kuartal I 2026, Ditopang Emas dan Nikel

Laba Bersih MDKA Melonjak 4.523% pada Kuartal I 2026, Ditopang Emas dan Nikel Kredit Foto: MDKA
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar US$120,2 juta pada kuartal I 2026, melonjak signifikan dibandingkan US$2,6 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan harga jual emas, peningkatan volume bijih nikel, serta penguatan margin di sejumlah lini bisnis utama perseroan. 

Sejalan dengan itu, pendapatan konsolidasi MDKA naik 24% secara tahunan menjadi US$620,3 juta dari US$502,2 juta pada kuartal I 2025. Sementara itu, EBITDA melesat 182% menjadi US$249,9 juta dari US$88,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) berbalik menjadi US$57,5 juta dari posisi rugi bersih US$3,7 juta pada kuartal I 2025. 

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan perseroan mengawali 2026 dengan kinerja yang kuat berkat kontribusi dari sejumlah komoditas utama.

"MDKA mencatat awal tahun yang kuat pada 2026, didukung oleh kenaikan harga jual emas, peningkatan volume penjualan limonit, penguatan margin nikel, serta kontribusi penjualan perdana dari Tambang Emas Pani. Kinerja ini menunjukkan ketahanan portofolio Perseroan yang terdiversifikasi dan mencerminkan fokus kami yang berkelanjutan pada eksekusi yang disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan platform pertumbuhan utama di sektor emas, nikel, dan tembaga," ujar Albert Saputro dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6/2026).

Emas menjadi penyumbang EBITDA terbesar pada kuartal I 2026 dengan kontribusi sebesar US$89 juta. Selanjutnya disusul Nickel Pig Iron (NPI) sebesar US$67 juta, limonit US$48 juta, High-Grade Nickel Matte (HGNM) US$25 juta, dan tembaga US$19 juta. 

Menurut perseroan, capaian tersebut mencerminkan kemampuan MDKA memanfaatkan penguatan margin melalui portofolio logam yang terdiversifikasi. 

Di segmen emas, total produksi meningkat 5% menjadi 26.652 ounce, terutama didukung oleh produksi perdana Tambang Emas Pani. 

Sementara Tambang Emas Tujuh Bukit membukukan harga jual rata-rata sebesar US$4.841 per ounce dengan biaya kas US$685 per ounce, sehingga menghasilkan margin tunai sebesar US$4.156 per ounce. 

Pada bisnis nikel, kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) didorong peningkatan volume penjualan bijih dan membaiknya harga jual. Volume bijih yang ditambang melonjak 143% menjadi 7,7 juta wet metric tonnes (wmt). 

Margin tunai saprolit tercatat 14%, limonit 50%, sedangkan NPI mencapai 29% berkat harga jual yang lebih tinggi dan berkurangnya ketergantungan terhadap pasokan saprolit pihak ketiga. 

Di sisi hilir, PT ESG New Energy Material memproduksi 5.194 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada kuartal I 2026. 

Sementara proyek HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) telah menyelesaikan tahap commissioning pada akhir kuartal II 2026 dan saat ini menunggu penerbitan Izin Usaha Industri (IUI), dengan produksi dijadwalkan meningkat secara bertahap pada semester II 2026. 

Baca Juga: Tiga Direksi Ajukan Resign, MDKA Siapkan RUPS

Baca Juga: Usai Listing di HKEX, EMAS Catat Rugi US$10,93 Juta di Kuartal I 2026

Dari sisi keuangan, hingga 31 Maret 2026 MDKA memiliki kas dan setara kas sebesar US$545 juta serta fasilitas pinjaman yang belum digunakan senilai US$130 juta. Rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat 3,0 kali atau masih berada di bawah batas yang dipersyaratkan sebesar 5,0 kali. 

Perseroan juga terus mendorong pengembangan proyek strategis. Proyek Tembaga Tujuh Bukit ditargetkan menyelesaikan feasibility study pada semester II 2026. 

Sementara itu, Tambang Emas Pani mencatat peningkatan estimasi sumber daya mineral menjadi sekitar 7,4 juta ounce emas, sekaligus memperluas akses pendanaan global setelah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyelesaikan pencatatan sekunder di Bursa Hong Kong pada Juni 2026. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra