Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Listing di HKEX, EMAS Catat Rugi US$10,93 Juta di Kuartal I 2026

Usai Listing di HKEX, EMAS Catat Rugi US$10,93 Juta di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Merdeka Copper Gold
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$10,93 juta pada kuartal I/2026, melebar dibandingkan rugi US$9,21 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut diumumkan beberapa hari setelah saham perseroan mulai diperdagangkan di Bursa Hong Kong melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR).  

Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, rugi sebelum pajak tercatat sebesar US$11,58 juta, sementara rugi komprehensif periode berjalan mencapai US$12,82 juta. Di sisi lain, perseroan mulai mencatatkan pendapatan sebesar US$2,64 juta dengan laba kotor US$460 ribu, namun beban umum dan administrasi serta beban keuangan masih menekan kinerja sehingga perseroan mencatat rugi usaha sebesar US$7,24 juta.  

Beban umum dan administrasi tercatat mencapai US$7,70 juta, sedangkan beban keuangan sebesar US$4,97 juta. Pendapatan keuangan yang diperoleh sebesar US$281,8 ribu dan pendapatan lain-lain bersih US$344,9 ribu belum mampu mengimbangi tingginya beban operasional dan pembiayaan.  

Di neraca, total aset konsolidasian meningkat menjadi US$809,31 juta hingga akhir Maret 2026 dari US$740,64 jutapada akhir 2025. Namun, total liabilitas juga naik menjadi US$441,19 juta dari sebelumnya US$359,70 juta, sementara ekuitas turun menjadi US$368,11 juta dari US$380,94 juta akibat akumulasi kerugian yang meningkat menjadi US$72,43 juta.  

Dari sisi arus kas, kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi US$48,41 juta pada akhir Maret 2026 dari US$45,31 juta pada akhir 2025. Peningkatan tersebut ditopang arus kas pendanaan, terutama dari penarikan pinjaman bank sebesar US$65 juta, di tengah arus kas operasi yang masih negatif sebesar US$24,89 juta dan arus kas investasi negatif US$42,19 juta.  

Di tengah kinerja yang masih mencatat rugi, perseroan diketahui telah merampungkan pencatatan sekunder di Bursa Hong Kong. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil penjatahan HDR telah selesai dilaksanakan pada 25 Juni 2026 setelah sebelumnya perseroan mengajukan pencatatan ke Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX), menyampaikan prospektus final, serta menetapkan harga penawaran.  

Dalam laporan keuangan, manajemen juga mengungkapkan bahwa perseroan memperoleh persetujuan prinsip pencatatan sekunder sebanyak 89.668.600 HDR, yang terdiri atas 80.701.700 HDR melalui penawaran internasional dan 8.966.900 HDR melalui penawaran publik di Hong Kong. HDR tersebut mulai diperdagangkan di papan utama HKEX pada 26 Juni 2026 dengan kode saham 6228.  

Baca Juga: Tiga Direksi Ajukan Resign, MDKA Siapkan RUPS

Baca Juga: Merdeka Gold Bidik Bursa Hong Kong, Investor Cornerstone Langsung Borong 49,9% Saham

Perseroan menegaskan pencatatan sekunder tersebut tidak melibatkan penerbitan saham baru karena HDR merepresentasikan saham eksisting milik sejumlah pemegang saham minoritas yang disimpan oleh kustodian dan diterbitkan dalam bentuk HDR sesuai ketentuan Hong Kong.  

Adapun, harga HDR PT Merdeka Gold Resources diketahui berada di bawah harga penawaran. Pada penutupan perdagangan 30 Juni 2026, saham HDR berkode 6228 ditutup di level HK$25,00, turun HK$1,60 atau 6,01% dibandingkan harga penawaran HK$26,60 per HDR. Selama perdagangan hari itu, harga sempat menyentuh level tertinggi HK$26,60 dan terendah HK$24,30. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri