Kredit Foto: Istimewa
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penyaluran solar pada 1 Juli 2026 masih menggunakan biodiesel B40. Adapun peluncuran B50 dijadwalkan pada awal Juli setelah menyesuaikan agenda Presiden RI Prabowo Subianto.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan penggunaan B50 belum diterapkan mulai 1 Juli.
"(Berarti 1 Juli masih menggunakan B40?) Iya," kata Anggia kepada Warta Ekonomi, Selasa (30/6/2026).
Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 menetapkan kebijakan B50 mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Namun, Anggia mengatakan peresmian implementasinya masih menunggu jadwal Presiden.
"B50 itu peresmiannya memang rencananya Juli, di awal Juli. Tapi kayaknya enggak tanggal satu nanti. Di awal Juli ini, awal pekan ini, menunggu jadwal Presiden. Karena kan diresmikan langsung oleh Presiden rencananya," ujarnya.
Ia menambahkan, peluncuran B50 akan dilakukan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebelum diterapkan secara bertahap di seluruh SPBU. Namun, lokasi peresmian belum ditentukan.
Baca Juga: Diresmikan Awal Juli, ESDM Bocorkan Harga Jual Biosolar B50
Baca Juga: B50 Resmi Dijual Besok, DPR Klaim Bisa Hemat Devisa Negara
"Rencananya akan di-launching di salah satu SPBU, ada satu SPBU, untuk langsung diimplementasikan. Nanti serentak kan di seluruh SPBU. Ada beberapa yang akan kita resmikan," tandasnya.
B50 merupakan biodiesel dengan campuran 50% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku minyak kelapa sawit dan 50% solar. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: