Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diakui Menterinya Trump, Pejabat Amerika Senang Tak Perlu Urusi Timnas Iran Lagi di Piala Dunia 2026

Diakui Menterinya Trump, Pejabat Amerika Senang Tak Perlu Urusi Timnas Iran Lagi di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengakui memberikan perhatian khusus terhadap Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin menyatakan negaranya merasa lega setelah tim itu tersingkir dan harus meninggalkan wilayah dari Amerika.

Mullin menjelaskan berbagai langkah pengawasan yang diterapkan kepada delegasi negara terkait sepanjang turnamen berlangsung. Menurutnya, tidak ada negara peserta lain yang membutuhkan perhatian sebesar Iran.

Baca Juga: Ambisi Besar Israel Tertahan Kepentingannya Trump Soal Iran-Amerika: Seandainya Tidak Ada Tekanan...

"Tidak ada satu pun tim yang mengharuskan kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengurusinya, selain tim Iran," ujar Mullin, dikutip Rabu (1/7).

Ia juga mengaku merasa puas ketika pemerintah akhirnya dapat segera mencabut visa rombongan Timnas Iran. Hal itu menyusul kegagalan mereka memasuki fase gugur karena mereka kalah bersaing dalam melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

"Saya sangat senang ketika kita bisa mencabut visa mereka dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan wilayah dari Amerika Serikat," katanya.

Diketahui, Timnas Iran memang menghadapi sejumlah pembatasan yang tidak dialami peserta lain selama penyelenggaraan dari Piala Dunia 2026. Sebelum turnamen dimulai, lokasi pemusatan latihan mereka dipindahkan dari Arizona di Amerika Serikat ke Tijuana, Meksiko.

Selain itu, aturan visa yang diberikan kepada rombongan tim tersebut juga jauh lebih ketat dibandingkan dengan tim-tim lainnya yang berlaga di Piala Dunia 2026. Berdasarkan ketentuan tersebut, para pemain dan ofisial hanya diizinkan memasuki wilayah penyelenggaraan tanding sehari sebelum dua pertandingan pertama mereka dan diwajibkan segera meninggalkan negara itu setelah pertandingan selesai.

Adapun Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei mengaku timnya menjadi pihak yang "paling tertindas" selama turnamen berlangsung. Menurutnya, berbagai pembatasan yang diterapkan terjadi di tengah hubungan politik yang memanas antara Teheran dan Washington.

Iran akhirnya gagal lolos dari fase grup setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Mesir. Peluang mereka sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik juga sirna setelah Aljazair dan Austria bermain imbang 3-3. Hal tersebut membuat tim mereka kalah dalam perhitungan selisih gol.

Baca Juga: Ada Tujuan Pribadi Jokowi di Safari ke Lampung: Pesan ke Prabowo hingga Masa Depan PSI

Pernyataan Mullin memperlihatkan bahwa aspek politik masih membayangi penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Pengakuannya bahwa pemerintah harus menghabiskan perhatian lebih besar untuk salah satu tim sekaligus menunjukkan bagaimana hubungan diplomatik kedua negara turut memengaruhi perlakuan terhadap delegasi olahraga selama Piala Dunia 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar