Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Carikan Bos Baru dan Audit Pos Indonesia Usai Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan

Danantara Carikan Bos Baru dan Audit Pos Indonesia Usai Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Danantara Indonesia tengah menindaklanjuti temuan dugaan penyelewengan, termasuk indikasi rekayasa keuangan, di PT Pos Indonesia melalui mekanisme audit dan investigasi. Temuan tersebut diperoleh dari proses due diligence dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, serta organisasi perusahaan.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan persoalan keuangan dan tata kelola di Pos Indonesia telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Danantara menyatakan seluruh temuan akan diproses sesuai ketentuan dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Yang perlu dipahami, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Rohan dalam pernyataan tertulis, Jumat (3/7/2026).  

Danantara belum memerinci bentuk dugaan penyimpangan, periode transaksi yang diperiksa, pihak yang diduga terlibat, maupun potensi nilai kerugian dari temuan tersebut. Perusahaan juga belum menyampaikan target penyelesaian audit dan investigasi.

Rohan mengatakan pembenahan dilakukan untuk mengatasi persoalan yang selama ini membebani Pos Indonesia. Danantara menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

“Karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum,” ujarnya.  

Proses audit dan investigasi tersebut berjalan bersamaan dengan agenda restrukturisasi Pos Indonesia. Danantara menyebut perusahaan membutuhkan perombakan yang menyeluruh dan fundamental untuk melanjutkan transformasi bisnisnya.

Baca Juga: Dirut Pos Indonesia Mundur, Danantara Temukan Indikasi Rekayasa Keuangan

Baca Juga: Holding Logistik BUMN Baru Dibentuk, Dirut Pos Indonesia Mendadak Mundur

Rohan mengatakan Danantara menerima surat pengunduran diri Direktur Utama Pos Indonesia pada Senin (29/6/2026). Dalam sekitar tiga bulan terakhir, direktur utama tersebut ditugaskan memimpin pembenahan Pos Indonesia melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi perusahaan.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revampyang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” kata Rohan.  

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri