Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Panggil Netanyahu, Ingatkan Siapa Bosnya dalam Hubungan Israel-Amerika

Trump Panggil Netanyahu, Ingatkan Siapa Bosnya dalam Hubungan Israel-Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan posisinya sebagai pihak yang memegang kendali dalam hubungan Washington dengan Tel Aviv. Hal itu diumumkannya usai melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump menyebut politikus itu kini mengetahui siapa "bos" sebenarnya dalam hubungan kedua negara. Menurutnya, keduanya masih memegang hubungan baik dari Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Jokowi Ditantang Buktikan Kerugian Akibat Tuduhan Soal Ijazah, Dokter Tifa: Jangan-jangan Hanya...

"Kami berhubungan sangat baik. Dia tahu siapa bosnya," kata Trump, dikutip Senin (6/7).

Trump juga membantah adanya keretakan hubungan dengan Netanyahu. Menurutnya, komunikasi antara keduanya tetap berjalan baik meski terdapat sejumlah perbedaan mengenai kebijakan terhadap Iran.

Dalam kesempatan itu, sang presiden mengonfirmasi bahwa dirinya akan segera bertemu dengan Netanyahu di Gedung Putih.

Menurut Trump, permintaan pertemuan datang langsung dari Netanyahu. Hal itu kemungkinan digelar pada pekan depan setelah rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Israel juga mengumumkan bahwa keduanya telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada Jumat. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk segera mengadakan pertemuan di Amerika Serikat.

"Perdana Menteri menyampaikan bahwa Amerika Serikat merupakan penjamin kebebasan global dan Israel sangat menghargai hubungan erat antara kedua negara," demikian pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel.

Pejabat Israel mengatakan jadwal pertemuan masih disesuaikan karena kendala agenda kedua pemimpin.

Pertemuan tersebut akan menjadi yang pertama sejak Februari 2026. Netanyahu saat itu mempresentasikan rencana operasi militer bersama terhadap Iran ke Trump.

Rencana pertemuan berlangsung di tengah masih berlangsungnya negosiasi antara Washington dan Teheran. Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang memperpanjang gencatan senjata hingga membuka kembali Selat Hormuz.

Israel bukan pihak dalam kesepakatan tersebut dan tidak ikut dalam proses perundingan, meski operasi militernya ikut dihentikan sebagai bagian dari implementasi gencatan senjata.

Trump juga mengaku terus memantau prosesi pemakaman dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia memberikan waktu satu minggu untuk negara tersebut berkabung sebelum melanjukan negosiasi kesepakatan damai dengan Iran.

Baca Juga: Masuk 'Perangkap' Jaksa, Dokter Tifa Bakal Dibuat Kesulitan Melawan di Kasus Ijazah Jokowi

"Mereka semua ada di sana. Satu serangan saja kami bisa menghabisi mereka semua, tetapi kami tidak akan melakukan itu karena nanti tidak ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi," ujar Trump.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar