Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kurang dari 12 Jam, PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Usai Gempa M7 Flores

Kurang dari 12 Jam, PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Usai Gempa M7 Flores Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemulihan jaringan listrik di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dikebut setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi. PT PLN (Persero) kini memusatkan perhatian pada jaringan distribusi setelah seluruh 11 Gardu Induk (GI) yang terdampak gempa berhasil kembali beroperasi normal.

Masih terdapat satu penyulang atau jaringan yang menyalurkan listrik dari Gardu Induk menuju pelanggan yang mengalami gangguan. Sejumlah tiang listrik juga roboh dan patah akibat dampak gempa serta longsor sehingga harus diperbaiki atau diganti.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan dua wilayah menjadi perhatian khusus dalam proses pemulihan, yakni Kabupaten Nagekeo dan Reo. PLN melakukan pemetaan untuk mengetahui titik kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan di lapangan.

"Kami mengerahkan personel, material, dan peralatan secara masif dan terfokus ke wilayah Nagekeo dan Reo," ujar Eko dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Jika dibutuhkan, PLN akan memobilisasi tambahan personel maupun peralatan dari wilayah lain untuk mempercepat perbaikan. Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali memperoleh pasokan listrik secepat mungkin.

Selain jaringan pelanggan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk sejumlah fasilitas vital. Rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, tempat pengungsian, serta fasilitas pelayanan masyarakat menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam proses pemulihan.

Eko menegaskan proses perbaikan akan terus dikawal secara langsung hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan aliran listrik. Namun, pekerjaan di lapangan tetap harus mempertimbangkan kondisi gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

"PLN akan terus berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pihak hingga kondisi kelistrikan kembali normal. Kecepatan pemulihan penting, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi yang utama," kata Eko.

Dari sisi pasokan utama, kondisi kelistrikan Flores sebenarnya sudah jauh lebih siap. Sebanyak 11 Gardu Induk yang terdampak gempa berhasil dipulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam dan kini seluruhnya telah beroperasi 100 persen.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pemulihan seluruh GI menjadi langkah penting karena fasilitas tersebut merupakan bagian dari sistem pasokan utama. Dengan kembali beroperasinya GI, penyaluran listrik menuju jaringan distribusi dan pelanggan di berbagai wilayah Flores dapat kembali dikejar.

Baca Juga: Prabowo Kerahkan Menteri hingga BUMN Tangani Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Dikirim

"Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kita sudah sangat siap," ujar Darmawan.

Kesiapan tersebut juga terlihat dari kapasitas pembangkitan. Daya Mampu Pasok PLN saat ini mencapai 111 megawatt (MW), lebih tinggi dibandingkan beban listrik saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal yang berada di kisaran 105 MW.

Artinya, persoalan utama PLN saat ini bukan lagi keterbatasan pasokan pembangkitan, melainkan pemulihan jaringan distribusi yang terdampak gempa dan longsor. Perbaikan tiang serta penyulang menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan agar listrik bisa kembali menjangkau seluruh pelanggan.

PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri untuk memastikan proses pemulihan berlangsung cepat sekaligus aman. Koordinasi diperlukan mengingat kondisi di sejumlah titik masih terdampak bencana dan membutuhkan penanganan lintas pihak.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pemulihan kelistrikan di Flores. Menurutnya, kolaborasi tersebut membantu PLN menghadapi berbagai tantangan di lapangan dan mempercepat normalisasi sistem kelistrikan pascagempa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama