Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Akan Berikan 'Hadiah' bagi Negara Pendukungnya Saat Perang dengan Amerika Serikat

Iran Akan Berikan 'Hadiah' bagi Negara Pendukungnya Saat Perang dengan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran memastikan negara-negara yang tetap mendukungnya selama masa konflik akan memperoleh perlakuan khusus dalam kebijakan baru pengelolaan dari Selat Hormuz. Pihaknya tak lupakan jasa mereka saat melawan Amerika Serikat (AS).

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan negaranya memang akan menerapkan biaya layanan bagi kapal yang melintasi jalur tersebut setelah masa transisi 60 hari berakhir. Namun, negara-negara sahabat akan mendapatkan perlakuan berbeda.

Baca Juga: DPR Bantah TikTok-Tokopedia Lakukan PHK: Itu Hanya Penataan Tenaga Kerja

"Kami pasti akan mempertimbangkan perlakuan khusus untuk negara-negara yang bersahabat dengan kami dan secara khusus mendukung kami selama masa-masa sulit," ujar Rahmani Fazli, dikutip Selasa (7/7).

Meski demikian, ia tidak menjelaskan bentuk keistimewaan yang akan diberikan kepada negara-negara tersebut.

Iran menegaskan bahwa kebijakan baru itu sedang disusun bersama negara tetangganya sebagai negara yang juga berbatasan dengan Selat Hormuz.

Menurut Rahmani Fazli, biaya yang nantinya dikenakan bukan merupakan pungutan tol, melainkan biaya pelayanan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran, melakukan pengawasan lalu lintas kapal serta mengatasi dampak lingkungan dari padatnya aktivitas pelayaran.

"Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorial kami dan pemerintah pasti akan mengenakan biaya layanan," katanya.

Ia menambahkan, pengaturan baru tersebut bertujuan meningkatkan keamanan dan keselamatan pelayaran internasional di kawasan strategis tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia karena menjadi lintasan sekitar 20 persen ekspor minyak mentah dan gas alam cair global.

Sebelumnya, Iran sempat memblokade hampir seluruh akses dari jalur tersebut selama perang Timur Tengah. Hal tersebut memicu lonjakan harga energi internasional.

Baca Juga: Trump Panggil Netanyahu, Ingatkan Siapa Bosnya dalam Hubungan Israel-Amerika

Blokade itu akhirnya dicabut setelah mereka setelah mencapai kesepakatan awal penghentian perang dengan Amerika Serikat. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kapal-kapal komersial masih dapat melintas secara gratis selama 60 hari, sementara kedua negara melanjutkan perundingan menuju penyelesaian konflik secara permanen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar