Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Ketawa, Trump Bikin Timnas Amerika Dipermalukan Satu Bumi di Piala Dunia 2026

Iran Ketawa, Trump Bikin Timnas Amerika Dipermalukan Satu Bumi di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Manuver Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pencabutan sanksi salah satu pemainnya berujung bumerang di Piala Dunia 2026. Alih-alih keuntungan, keputusan kontroversial tersebut tak hanya diakhiri dengan kekalahan telak, namun sindiran dari dunia internasional.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) secara terbuka menyindir politikus tersebut usai kekalahan dari Amerika Serikat di Piala Dunia. Negeri Paman Sam diketahui dibantai 4-1 oleh Belgia. Iran menyebut hasil pertandingan sebagai kemenangan sepak bola atas intervensi politik.

Baca Juga: Israel Ngamuk Gegara Amerika Serikat Pilih Dekati Turki: Jangan Beri Erdogan Jet Tempur F-35

"Kini, seluruh dunia menari merayakan kekalahan memalukan politik di tangan sepak bola," kata juru bicara lembaga itu, dikutip Selasa (7/7).

FFIRI menegaskan bahwa pertandingan tersebut juga menjadi bukti bahwa pengaruh politik tidak mampu mengalahkan semangat sportivitas di lapangan dari Piala Dunia 2026.

Sindiran ke Trump bahkan terasa semakin kuat menyusul selebrasi yang ditunjukkan oleh Belgia. Beberapa pemain melakukan tarian yang identik dengan gaya dari Trump. Momen tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial.

Adapun kontroversi ini bermula ketika adanya pencabutan larangan bertanding yang sebelumnya dijatuhkan kepada Folarin Balogun. Ia sebelumnya tersebut menerima kartu merah langsung pada babak 32 besar. Keputusan pencabutan sanksi diumumkan hanya dua hari sebelum duel menghadapi Belgia.

Langkah tersebut menjadi sorotan setelah muncul informasi bahwa federasi mencabut hukuman tersebut usai adanya komunikasi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski demikian, lembaga itu menegaskan keputusan itu tetap diambil oleh badan yudisial yang independen sesuai prosedur yang berlaku.

Balogun kemudian langsung dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi Belgia. Namun kehadirannya gagal mengubah jalannya pertandingan karena timnya justru harus menyerah dengan skor mencolok 1-4 dari De Rode Duivels.

Folarin Balogun sendiri memilih menjaga jarak dari polemik yang berkembang. Penyerang itu menegaskan dirinya hanya menjalankan tugas sebagai pesepak bola dan tidak memiliki keterlibatan dalam proses pencabutan sanksi.

“Saya harus menghormati protokol FIFA. Saya tidak terlalu paham mengenai hal itu. Saya menerima keputusan saat diberi kartu merah, dan saya juga menerima keputusan saat diberi tahu bahwa saya diizinkan bermain," tutur Balogun.

Baca Juga: Sejumlah Nama Muncul Saat Roy Suryo Rayakan Kemenangan Gugatan Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi

Kontroversi seputar pencabutan sanksi pemain itu diperkirakan masih akan menjadi pembahasan panjang. Kekalahan Amerika Serikat setelah keputusan yang menuai kritik membuat isu dugaan campur tangan politik kembali menjadi sorotan dalam penyelenggaraan di Piala Dunia 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar