Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI Tak Sekadar Ganggu PDIP, Persaingan di Jateng Lebih Kompleks

PSI Tak Sekadar Ganggu PDIP, Persaingan di Jateng Lebih Kompleks Kredit Foto: PSI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti polemik antara PSI dan PDIP terkait klaim ‘kandang gajah’ di Jawa Tengah.

Partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu berambisi menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah, sementara wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai ‘kandang banteng’ karena menjadi basis suara terbesar PDIP.

Adi menilai terlalu sederhana jika upaya PSI menjadikan Jateng sebagai kandang gajah hanya dipandang akan berdampak pada PDIP. Menurutnya, PSI juga akan berhadapan dengan partai-partai lain.

"Banyak juga yang mengatakan bahwa sepertinya PSI dengan PDIP ini tentu belum ada obatnya untuk melakukan ikhlas politik dan seakan-akan apa yang dilakukan oleh PSI itu akan berdampak kepada pemilih PDIP," ungkap Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (8/7).

"Bagi saya terlampau menyederhanakan masalah ya, karena kalau kita bicara tentang Pileg, saya kira PSI juga bukan hanya akan berhadapan dengan PDIP, justru akan juga berhadapan dengan pemilih-pemilih partai yang lain di Jawa Tengah," imbuhnya.

Adi mencontohkan, PSI juga akan bersaing dengan partai-partai besar lain seperti PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, dan lainnya.

Baca Juga: Tinggalkan PKS, Komedian Narji Resmi Gabung PSI

Sebelumnya, PSI memastikan akan menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah dalam rangka menyambut safari politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

"Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jawa Tengah, memastikan bahwa Jawa Tengah benar-benar sebagai 'kandang gajah'," kata Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, Sabtu (4/7/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya