Diakui Donald Trump, Turki Sudah Selamatkan Masa Depan Aliansi Eropa-Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pengakuan yang tidak biasa kepada Turki di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara. Ia menyebut hubungan aliansi tersebut dengan negaranya terselamatkan oleh Turki.
Trump mengungkapkan bahwa dirinya tetap menghadiri event tersebut karena menghormati Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia mengatakan jika bukan karena sosok itu, dirinya tidak akan datang karena sudah sangat dikecewakan berat oleh NATO.
Baca Juga: Diakui Profesor, Legitimasi Piala Dunia 2026 Retak karena Manuver Amerika dan FIFA
"Saya sangat kecewa dengan NATO. Terus terang, jika pertemuan ini tidak digelar di sini, di mana sahabat saya ini merupakan sosok pemimpin yang sangat kuat dan tangguh, saya mungkin tidak akan hadir," kata Trump, dikutip Kamis (9/7).
Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa negara tersebut kini memiliki posisi yang semakin penting dalam aliansi, terutama ketika adanya keretakan hubungan antara Eropa dan Amerika Serikat.
Trump juga secara terbuka memuji hubungan pribadinya dengan Erdogan. Ia menyebut dirinya dengan sosok tersebut memiliki hubungan yang dekat.
"Ada chemistry yang terjalin di antara kami," ujarnya.
Hubungan hangat kedua pemimpin itu menjadi kontras dibandingkan periode pemerintahan dari Eks Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Hubungan Washington-Ankara pada waktu itu sempat diwarnai berbagai perselisihan.
Kedekatan Trump dan Erdogan sendiri diharapkan dapat membantu meredakan ketegangan di dalam aliansi, termasuk terkait perkembangan konflik dan isu yang menjadi perhatian bersama, seperti isu dari Iran.
Adapun Trump membuka peluang bagi negaranya untuk kembali menjual jet tempur F-35 ke Turki. Sebelumnya, Ankara sempat dikeluarkan dari program tersebut akibat pembelian sistem pertahanan dari Rusia.
Meski belum memberikan keputusan final, sang presiden menegaskan hubungan bilateral kedua negara kini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik. Namun kunjungannya ini sekaligus memperlihatkan meningkatnya pengaruh Turki di NATO.
Baca Juga: Selebrasi Roy Suryo Terlalu Dini, Jokowi Diam-diam Kantongi Detail Krusial Praperadilan Kasus Ijazah
Ankara dinilai berhasil memosisikan diri sebagai salah satu mitra utama Washington. Ia sukses dalam menjaga stabilitas hubungan transatlantik antara Amerika Serikat dan Eropa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: