Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Tantang Amerika Jalankan Rencana Kuasai Pulau Kharg: Bersiaplah, Kalian Akan Masuk Neraka

Iran Tantang Amerika Jalankan Rencana Kuasai Pulau Kharg: Bersiaplah, Kalian Akan Masuk Neraka Kredit Foto: AP Photo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat (AS). Hal itu menyusul adanya rencana kontroversial untuk mengambil alih Pulau Kharg dari Teheran.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Iran Bidang Koordinasi, Laksamana Madya Habibollah Sayyari, melontarkan ancaman keras untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam apabila musuh mencoba mengirim pasukan ke wilayah pesisir maupun pulau-pulau strategis milik Teheran.

Baca Juga: Amerika Mengaku Sudah Lelah, Negosiasi dengan Iran Hanya Buang-Buang Waktu

Sayyari menyebut rencana penguasaan wilayah untuk menempatkan pasukan di kawasan pesisir selatan negaranya telah gagal diwujudkan meski sempat menjadi bagian dari strategi militer dari Washington.

Ia menilai berbagai pernyataan musuh yang mengklaim telah menghancurkan kekuatan militer negaranya hanyalah upaya untuk membangun narasi demi membuka jalan bagi pengerahan pasukan mereka ke Makran hingga Selat Hormuz.

Menurut Sayyari, wilayah pesisir negaranya merupakan garis merah yang tidak bisa disentuh oleh negara mana pun. Ia menegaskan setiap upaya invasi akan dibalas dengan kekuatan penuh.

"Pengerahan pasukan musuh di pantai adalah garis merah bagi bangsa Iran. Selama 90 juta rakyat kami belum mati, musuh tidak akan pernah bisa mendaratkan pasukannya di tanah kami," tegasnya, dikutip Kamis (9/7).

Amerika diklaimnya sebenarnya telah menyusun berbagai skenario untuk mewujudkan tujuan tersebut. Namun, seluruh rencana itu gagal direalisasikan karena kemampuan pertahanan dari Iran.

Sayyari juga menyinggung pernyataan mengenai kemungkinan mengambil alih Pulau Kharg di Selat Hormuz. Menurutnya, seluruh klaim tersebut tidak pernah benar-benar terwujud.

"Trump berbicara tentang merebut pulau kami dan menempatkan pasukan di Selat Hormuz. Namun tidak satu pun dari klaim tersebut menjadi kenyataan," ujarnya.

Komandan Senior Iran itu menilai musuh keliru jika menganggap pemerintahannya dapat diperlakukan seperti negara-negara lain yang pernah menjadi sasaran operasi militer dari Washington.

Ia justru menantang Amerika. Ia heran mengapa mereka tidak pernah berani mendaratkan satu pun pasukan marinirnya di wilayahnya apabila benar memiliki kemampuan seperti yang diklaim.

Menurut Sayyari, hal tersebut menunjukkan kekuatan militer negaranya masih menjadi faktor penangkal yang membuat Amerika berpikir ulang sebelum melakukan operasi darat.

Sayyari juga mengeluarkan ancaman paling keras kepada Washington. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya pendaratan pasukan musuh akan berakhir dengan bencana besar.

"Musuh tahu bahwa jika melakukan tindakan bodoh seperti itu, mereka akan masuk ke neraka yang tidak memiliki jalan keluar," tegasnya.

Pernyataan tersebut menambah panas ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara baru-baru ini saling melancarkan serangan militer dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Cuitan-cuitan Ini Bikin Jokowi Tersinggung hingga Ingin Penjarakan Dokter Tifa di Kasus Ijazah

Sebelumnya, Donald Trump sempat menyatakan pihaknya berpotensi mengambil alih Pulau Kharg. Namun ia memerintahkan militernya untuk tidak merusak fasilitas minyak di pulau tersebut karena dianggap masih memiliki nilai strategis bagi Washington.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar