Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Mengaku Sudah Lelah, Negosiasi dengan Iran Hanya Buang-Buang Waktu

Amerika Mengaku Sudah Lelah, Negosiasi dengan Iran Hanya Buang-Buang Waktu Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku mulai kehilangan keyakinan terhadap proses diplomasi dengan Iran. Menurutnya, negosiasi yang selama ini berlangsung tidak lagi memberikan hasil sehingga hanya menjadi pemborosan waktu bagi Washington.

Trump mengatakan dirinya kini menganggap sudah tak ada lagi kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya arah negosiasi sudah tidak jelas dan tidak memiliki masa depan.

Baca Juga: Diakui Donald Trump, Turki Sudah Selamatkan Masa Depan Aliansi Eropa-Amerika

"Bagi saya, saya pikir semuanya sudah selesai. Sejauh yang saya lihat, ini hanya membuang-buang waktu," ujar Trump, dikutip Kamis (9/7).

Menurut Trump, penyebab utama kegagalan diplomasi adalah sikap dari Iran. Teheran menurutnya tidak konsisten antara pembicaraan tertutup dan pernyataan resmi kepada publik.

Ia menuduh para pemimpin negara tersebut menyetujui sejumlah poin saat negosiasi berlangsung, tetapi kemudian membantahnya setelah berbicara kepada media.

"Kami membuat kesepakatan. Lalu mereka keluar dan mengatakan, 'Kami bahkan tidak pernah membicarakan hal itu,'" kata Trump.

Meski tim negosiator negaranya masih memungkinkan melanjutkan komunikasi dengan pihak terkait, sang presiden mengaku tidak lagi berharap pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan baru.

"Mereka bisa saja terus berbicara, tetapi menurut saya mereka hanya membuang waktu," ujarnya.

Komentar Trump disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara. Amerika Serikat baru saja melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target militer dari Iran. Hal itu dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Selain itu, Washington juga mencabut izin yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak Iran.

Menurut Amerika Serikat, langkah tersebut diambil setelah musuh kembali menyerang kapal-kapal komersial meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan sementara yang bertujuan menurunkan eskalasi dan menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan mereka menyasar sistem pertahanan udara, radar, rudal antikapal, hingga kapal-kapal yang dianggap menjadi ancaman bagi perdagangan internasional.

Di sisi lain, Iran membalas dengan menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Aksi saling serang tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Baca Juga: Tak Sembarang Waktu, Jokowi Cuma Mau Hadir untuk 'Skakmat' Dokter Tifa di Kasus Ijazah

Ketegangan terbaru juga berdampak pada pasar energi dunia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global sehingga setiap eskalasi di kawasan tersebut langsung memengaruhi harga minyak internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar