Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, 37 Gempa Susulan Terdeteksi di NTT

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, 37 Gempa Susulan Terdeteksi di NTT Kredit Foto: Antara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir. Meski demikian, aktivitas gempa susulan masih terjadi. Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat sebanyak 37 gempa susulan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores. Menurutnya, gempa dengan kekuatan serupa terakhir kali terjadi di wilayah tersebut sekitar 30 tahun lalu, tepatnya pada 1992 dengan magnitudo 7,5.

"Gempa ini terjadi akibat sesar naik busur belakang Flores. Gempa berkekuatan M7,7 ada potensi gempa maksimal M7,8-7,9. Pernah terjadi gempa sebesar ini tahun 1992, dengan magnitudo M7,5," kata Wijayanto dalam konferensi pers BMKG secara daring, Sabtu (15/8/2026).

Kemudian, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang berpotensi membahayakan. Meski demikian, BMKG tetap akan memantau kondisi permukaan laut melalui sejumlah stasiun pemantauan.

"Semoga susulannya akan terus mengecil. Kami sudah mengakhiri peringatan dini tsunami. Kami anggap semua hasil catatan kita sudah tidak ada tinggi tsunami yang membahayakan," ujarnya.

Baca Juga: Istana Siagakan Bantuan Pemerintah Pusat untuk Gempa Flores

Baca Juga: BMKG: Puncak Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus dan September

Baca Juga: Jusuf Kalla: PMI Siap Tampung dan Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama mengingatkan bahwa gempa susulan masih berpotensi terjadi.

Maka dari itu, masyarakat diminta tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. 

Dia juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dipertanggungjawabkan kebenarannya!" jelas Nelly.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan