Israel Telepon Trump, Panik Soal Janji Amerika Berikan Jet F-35 ke Turki
Kredit Foto: Istimewa
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Salah satu isu yang kembali diangkatnya adalah sikap polemik mengenai rencana penjualan jet tempur F-35 ke Turki.
Dikutip dari Kantor Perdana Menteri Israel, Jumat (10/7) Trump lebih dulu memberikan pembaruan kepada mengenai operasi militernya yang sedang berlangsung di Teluk Persia.
Baca Juga: Diungkap Gedung Putih, Begini Kelanjutan Nasib Diplomasi Iran-Amerika: Trump Sudah Menyampaikan...
Namun, Netanyahu dalam percakapan tersebut juga memanfaatkan kesempatan untuk kembali menyoroti pernyataan-pernyataan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik paling keras terhadap Israel.
Netanyahu menegaskan kepada sekutunya mengenai berbagai pernyataan yang dianggap bermusuhan dari Presiden Turki. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penjualan jet tempur siluman F-35 kepada Turki.
Sebelumnya, Netanyahu secara terbuka telah meminta sekutunya agar tidak melanjutkan rencana penjualan jet tempur siluman tersebut ke Ankara. Israel menilai kepemilikan pesawat tempur generasi kelima oleh tetangganya itu berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di Timur Tengah.
Adapun Erdogan justru menyatakan optimistis soal hal tersebut. Washington menurutnya akan memenuhi janji untuk mengembalikan negara ke program F-35 setelah hubungan pertahanan kedua negara mulai membaik.
Netanyahu di sisi lain juga kembali menekankan pentingnya negaranya untuk mempertahankan zona penyangga di sepanjang wilayah perbatasannya. Hal tersebut disampaikan seiring munculnya laporan mengenai kemajuan pembahasan penarikan pasukannya dari sejumlah wilayah yang disebut sebagai pilot zones di Lebanon. Wilayah tersebut nantinya direncanakan akan diserahkan kepada Lebanon.
Netanyahu memandang keberadaan zona penyangga tetap menjadi kebutuhan strategis bagi keamanan dari Israel.
Meski berbagai isu sensitif dibahas dalam percakapan tersebut, termasuk perkembangan operasi militer dan kondisi keamanan regional, kedua pemimpin sepakat untuk terus memperkuat koordinasi.
"Keduanya sepakat untuk terus melakukan koordinasi di seluruh kawasan," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Israel.
Baca Juga: Terungkap usai Sidang Dokter Tifa: Secara Fakta, Jokowi Tak Memiliki Ijazah dalam Bentuk Digital
Pembicaraan telepon ini berlangsung ketika dunia menyoroti hubungan antara Israel, Turki dan Amerika Serikat. Penjualan F-35 ke Ankara masih memicu perdebatan, dengan salah satu negara terus menyuarakan kekhawatiran bahwa langkah tersebut dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Sementara Turki tetap meyakini bahwa sekutunya akan memenuhi komitmennya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: