Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Israel Ancam Serang Iran Lagi, Siap Gempur dengan Kekuatan Lebih Besar

Israel Ancam Serang Iran Lagi, Siap Gempur dengan Kekuatan Lebih Besar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman baru terhadap Iran di tengah kembali memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Katz menegaskan militer Israel siap melancarkan serangan baru ke Teheran apabila dinilai diperlukan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang berskala penuh meski sebelumnya sempat diberlakukan gencatan senjata.

Dalam pidatonya pada seremoni militer, Kamis (9/7/2026), Katz menyatakan pasukan Israel telah bersiap untuk kembali menjalankan operasi militer dan bahkan siap menyerang Iran untuk ketiga kalinya.

"Militer siap dan siaga untuk melanjutkan kembali pertempuran, guna merebut kembali keunggulan udara dan melancarkan serangan lagi... di Iran, demi menghilangkan ancaman, termasuk untuk ketiga kalinya jika diperlukan," tegas Katz.

Ia menambahkan bahwa apabila Israel kembali mengambil tindakan militer, serangan tersebut akan dilakukan dengan intensitas yang lebih besar dibanding operasi sebelumnya.

"Jika kita harus kembali bertindak, kita akan melakukannya dengan kekuatan yang jauh lebih besar," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai Iran telah mengalami pelemahan setelah dua operasi militer yang sebelumnya dilakukan Israel terhadap negara tersebut.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan konflik belum benar-benar berakhir dan ancaman dari Iran masih menjadi perhatian pemerintah Israel.

"Poros Iran kini lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel lebih kuat dari sebelumnya," klaim Netanyahu.

Ia juga menyoroti kemampuan Angkatan Udara Israel yang disebut mampu menjangkau berbagai wilayah di kawasan.

"Kita telah membuktikan bahwa jangkauan luas Angkatan Udara Israel dapat mencapai mana pun, mulai dari Yaman hingga Iran. Namun, kita juga harus mengakui bahwa operasi ini belum usai," kata Netanyahu.

Baca Juga: Israel Telepon Trump, Panik Soal Janji Amerika Berikan Jet F-35 ke Turki

Perang terbaru antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026, ketika kedua negara melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Operasi itu menjadi aksi militer kedua Israel terhadap Iran setelah konflik selama 12 hari yang terjadi pada Juni 2025. Ketegangan yang kembali meningkat belakangan ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat kembali meluas apabila tidak segera mereda.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: