Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Relaksasi Produksi Batu Bara Dibuka, ESDM: Hanya untuk PLN!

Relaksasi Produksi Batu Bara Dibuka, ESDM: Hanya untuk PLN! Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pemerintah membuka ruang relaksasi produksi batu bara di tahun 2026. Namun, ia menegaskan relaksasi ini hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap milik PT PLN (Persero).

"Untuk (relaksasi RKAB) yang batu bara hanya diperuntukkan untuk yang PLN. Itu aja,'' ungkapnya di KESDM, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Relaksasi ini, kata Tri, juga dijaga ketat oleh pemerintah agar tidak justru menimbulkan over supply produksi nasional.

Sekadar informasi, pemerintah tahun ini menetapkan target produksi batu bara dalam RKAB nasional tahun 2026 sebesar 600 juta ton. Kuota tersebut tercatat lebih rendah dari realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Akibat dari pemangkasan ini, ramai dilaporkan bahwa pasokan pembangkit mengalami kekurangan suplai.

''Kalau angkanya (jadi berapa) enggak ini, tapi belum clear, apa maksudnya hanya untuk mengejar yang itu tapi jangan sampai kita tahan pokoknya jangan sampai ada over supply. Itu aja,'' lanjutnya.

Baca Juga: Resmi! ESDM Buka Relaksasi Nikel 2026, Segini Besarnya

Baca Juga: Luncurkan Mandatori B50, ESDM Tegaskan Kesiapan Indonesia Perkuat Kedaulatan Energi

Adapun relaksasi produksi ini resmi dibuka pemerintah pada bulan ini. Tri pun mempersilakan bagi perusahaan tambang untuk mengajukan penambahan produksinya kepada pemerintah.

Namun, Kementerian ESDM tetap akan selektif dalam memberikan persetujuan.

"Silahkan (perusahaan) masukin (mengajukan penambahan) silahkan kalau misalnya ini (gak sesuai) kan tinggal ditolak-tolakin doang," tutup Tri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra