Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Waspada! Serangan Ransomware ke UMKM RI Naik Jadi 4,01% pada Kuartal I 2026

Waspada! Serangan Ransomware ke UMKM RI Naik Jadi 4,01% pada Kuartal I 2026 Kredit Foto: Unsplash/Arpad Czapp
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ancaman ransomware terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Asia Tenggara masih menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Laporan terbaru Kaspersky mencatat sebanyak 3,51% UMKM di kawasan ini menjadi sasaran ransomware pada kuartal I 2026, naik dibandingkan 2,92% pada kuartal I 2025.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan lonjakan terbesar di kawasan. Persentase UMKM yang menjadi target serangan ransomware meningkat dari 2,83% pada kuartal I 2025 menjadi 4,01% pada kuartal I 2026. Kenaikan serupa juga terjadi di India yang mencapai 4,07%, sementara Malaysia dan Singapura mencatat peningkatan yang lebih rasional.

Di sisi lain, Filipina, Thailand, dan Vietnam mengalami penurunan proporsi serangan. Meski begitu, Kaspersky menilai kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan ancaman ransomware mulai mereda.

Menurut perusahaan keamanan siber tersebut, statistik yang tersedia hanya merekam tahap akhir serangan, yakni saat malware berhasil mengenkripsi data korban. Padahal, serangan ransomware umumnya berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari memperoleh akses awal ke sistem, melakukan pengintaian, hingga bergerak di dalam jaringan sebelum akhirnya menjalankan proses enkripsi. Serangan yang berhasil dihentikan pada tahap awal tidak tercatat dalam data tersebut, sehingga tingkat ancaman sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

Laporan Kaspersky juga mengungkap kelompok ransomware paling aktif sepanjang kuartal I 2026. Clop menempati posisi pertama berdasarkan jumlah korban yang dipublikasikan di Dedicated Leak Site (DLS), disusul oleh Qilin. Sementara itu, kelompok The Gentlemen menjadi sorotan karena pertumbuhan aktivitasnya yang pesat sejak pertama kali muncul pada pertengahan 2025.

Kaspersky menyebut The Gentlemen menggunakan teknik serangan yang lebih canggih, termasuk memanfaatkan alat khusus untuk mengumpulkan informasi dari sistem korban sebelum mengenkripsi data. Kelompok ini juga diduga bekerja sama dengan Initial Access Brokers (IAB) guna memperoleh akses awal ke jaringan organisasi.

Pakar keamanan Kaspersky, Fedor Sinitsyn, mengatakan pelaku ransomware terus mengembangkan taktik untuk menghindari sistem pertahanan yang sudah ada. Menurutnya, pelaku kini tidak hanya mengenkripsi data korban, tetapi juga mencuri informasi sensitif sebelum meminta uang tebusan.

"Sebagian besar pelaku ransomware modern menerapkan metode pemerasan ganda, yakni mengenkripsi file korban sekaligus mengekstrak data rahasia dan mengancam akan membocorkannya apabila tuntutan tidak dipenuhi," ujar Sinitsyn.

Baca Juga: Kaspersky: Ancaman Siber di Asia Tenggara Makin Kompleks, Indonesia Catat Jutaan Serangan

Baca Juga: Hadapi Serbuan Produk Murah Cina, UMKM Harus Perkuat Daya Saing dan Jejaring Lokal

Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, menambahkan bahwa UMKM menjadi target yang menarik karena umumnya memiliki sumber daya keamanan siber yang terbatas. Selain itu, pelaku juga memanfaatkan UMKM sebagai pintu masuk untuk menyerang rantai pasok perusahaan yang lebih besar.

“Pengamatan kami terhadap taktik yang digunakan oleh kelompok ransomware menunjukkan peningkatan risiko yang dihadapi UMKM di wilayah ini. Teknik serangan ransomware tidak hanya semakin canggih, tetapi juga diarahkan pada perusahaan yang seringkali kekurangan sumber daya untuk mempertahankan tim keamanan siber khusus atau menerapkan program manajemen patch yang komprehensif, sehingga menjadikannya target menarik bagi pelaku ancaman," ujar Adrian.

Karena itu, Kaspersky menghimbau pelaku UMKM untuk memperkuat pertahanan siber dengan rutin memperbarui perangkat lunak, menyiapkan cadangan data secara offline, memantau aktivitas jaringan guna mendeteksi ancaman sejak dini, serta menerapkan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan merespons serangan secara cepat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: