Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kaspersky Menyoroti Pentingnya Keamanan Terintegrasi di Tengah Lonjakan Ancaman Seluler

Kaspersky Menyoroti Pentingnya Keamanan Terintegrasi di Tengah Lonjakan Ancaman Seluler Kredit Foto: F5
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertumbuhan pesat ekonomi digital telah menjadikan aplikasi seluler sebagai fondasi dari banyak layanan modern. Perbankan digital, dompet elektronik, platform e-commerce, layanan kesehatan, dan layanan publik kini bergantung pada aplikasi seluler sebagai saluran utama mereka untuk melayani pelanggan. Namun, seiring dengan terus meluasnya adopsi seluler, ancaman siber yang menargetkan perangkat seluler menjadi semakin canggih.

Tren ini tercermin dalam temuan global Kaspersky. Sepanjang tahun 2024, perusahaan mendeteksi lebih dari 33,3 juta serangan yang menargetkan pengguna ponsel pintar di seluruh dunia, yang melibatkan berbagai jenis malware dan perangkat lunak yang tidak diinginkan.

Selama periode yang sama, serangan Trojan perbankan Android hampir tiga kali lipat, meningkat dari sekitar 420.000 kasus pada tahun 2023 menjadi 1,242 juta kasus pada tahun 2024. Jenis malware ini dirancang untuk mencuri kredensial pengguna untuk mendapatkan akses ke layanan perbankan online, sistem pembayaran elektronik, dan kartu kredit.

Sementara itu, pada kuartal pertama tahun 2026, Kaspersky memblokir sekitar 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan. Selama periode yang sama, perusahaan mendeteksi 162.275 paket Trojan perbankan seluler serta ratusan paket terkait ransomware seluler.

Choon Hong Chee, Kepala Saluran Konsumen (Head of Consumer Channel), Asia Pasifik di Kaspersky, mengatakan bahwa ponsel pintar telah berevolusi menjadi target bernilai tinggi bagi penjahat siber karena telah menjadi pusat aktivitas digital pengguna.

"Aplikasi seluler sekarang beroperasi dalam lanskap ancaman yang sangat dinamis. Ponsel pintar telah menjadi platform utama untuk perbankan, belanja, verifikasi identitas, dan akses ke layanan perusahaan, menjadikannya target yang semakin menarik bagi penjahat siber," katanya.

Baca Juga: Kesadaran Keamanan Siber Meningkat, Namun Investasi Perusahaan Indonesia Masih Tertinggal

Menurut Chee, organisasi saat ini menghadapi tantangan yang melampaui malware konvensional. Lanskap ancaman terus berkembang, meliputi Trojan perbankan, spyware, pencuri kredensial, serangan phishing, dan upaya perusakan aplikasi.

Perkembangan ini mengharuskan organisasi untuk memikirkan kembali bagaimana mereka mendekati keamanan aplikasi. Banyak perusahaan masih memperlakukan keamanan sebagai lapisan tambahan yang diterapkan setelah aplikasi dikembangkan. Namun, pendekatan ini tidak lagi cukup untuk mengatasi lanskap ancaman yang berkembang pesat saat ini.

“Bagi bisnis yang mengoperasikan aplikasi perbankan seluler, fintech, ritel, pemerintahan, perawatan kesehatan, atau perjalanan, keamanan harus menjadi bagian integral dari aplikasi itu sendiri,” kata Chee.

Untuk mengatasi tantangan ini, Kaspersky menganjurkan pengintegrasian keamanan langsung ke dalam aplikasi melalui Kaspersky Mobile Security SDK.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman