Terbongkar Adanya Pertemuan Rahasia 11 Jam Negosiator Iran dan Amerika, Tak Mampu Luluhkan Trump
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkap adanya perundingan panjang antara pejabat negaranya dan Iran. Pertemuan tersebut bahkan berlangsung selama 11 jam guna menentukan nasib dari Timur Tengah.
Trump mengatakan negosiasi tersebut kembali berakhir tanpa hasil karena musuh disebut mengubah kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kembali konflik antara kedua negara setelah ia melanjutkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Baca Juga: Eks Menterinya Jokowi Dibuat Terkecoh Kasus Febrie Adriansyah: Saya Dengar dari Kejaksaan...
"Ada sesuatu yang tidak diketahui banyak orang. Kemarin mereka mengadakan pertemuan selama 11 jam. Selalu 11 jam dengan orang-orang ini," ungkapnya dikutip Selasa (14/7).
Trump mengatakan seluruh poin dalam pertemuan tersebut sebenarnya telah disepakati sebelum delegasi negara lain meninggalkan ruang perundingan. Namun, Iran tak lama setelah itu kembali meminta perubahan terhadap isi kesepakatan.
"Padahal seharusnya persoalan bisa diselesaikan hanya dalam satu kalimat, satu jam, bahkan satu menit. Kemarin semuanya sudah disepakati. Lalu mereka keluar dari ruangan, kemudian menelepon kembali dan mengatakan mereka ingin membuat beberapa perubahan," ujar Trump.
Trump menegaskan pemerintahannya menolak permintaan tersebut. Ia menegaskan bahwa poin kesepakatan tidak akan diubah oleh Amerika Serikat.
"Kami tidak akan melakukan perubahan. Selalu saja ada perubahan," katanya.
Presiden Amerika itu juga melontarkan kritik keras terhadap tim perunding dari Iran. Menurutnya, mereka selama puluhan tahun hanya mengulur-ulur proses negosiasi tanpa memberikan hasil nyata.
"Mereka memang negosiator profesional. Hanya itu. Bahkan saya tidak menyebut mereka hebat. Mereka tidak mendapatkan apa pun dari saya. Tetapi selama 47 tahun mereka terus mempermainkan banyak orang, termasuk para presiden kami sebelumnya. Setiap presiden berhasil mereka ulur-ulur, sementara mereka justru menjadi semakin kuat," ujar Trump.
Baca Juga: Drama Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Panas dengan Ahmad Khozinudin: Kalau Sejak Awal Pengecut...
Pernyataan tersebut memperlihatkan semakin memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran. Di saat jalur militer kembali ditempuh, peluang penyelesaian melalui negosiasi juga tampak semakin kecil setelah kedua pihak gagal mempertahankan kesepakatan yang sempat dibahas dalam perundingan panjang tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: