Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jay Singgih: HIPMI Tempat Terbaik Mencetak Pengusaha Tangguh di Era Ketidakpastian Global

Jay Singgih: HIPMI Tempat Terbaik Mencetak Pengusaha Tangguh di Era Ketidakpastian Global Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dinilai menjadi wadah yang tepat bagi para pengusaha muda untuk berhimpun, membangun jejaring, serta mengasah kemampuan berbisnis.

"HIPMI merupakan 'sekolah terbaik' di bidang ekonomi dan bisnis karena para anggotanya belajar langsung dari pengalaman nyata di lapangan, bukan hanya dari teori," ujar Jay Singgih, Sekretaris Jenderal Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI saat membuka Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) 2026 yang diselenggarakan BPD HIPMI Sulawesi Utara.

Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Utara, Hizkia R., menambahkan bahwa Diklatda merupakan bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi. Selain menjadi sarana pembekalan bagi anggota, Diklatda juga menjadi salah satu syarat utama bagi kader yang ingin menjadi Ketua Umum maupun bergabung dalam kepengurusan BPD HIPMI pada masa mendatang.

"Siapa pun yang ingin menjadi Ketua Umum maupun masuk dalam jajaran Badan Pengurus Daerah wajib mengikuti Pendidikan dan Latihan Daerah yang kita laksanakan hari ini," kata Hizkia.

Dalam kesempatan tersebut, Jay menegaskan bahwa BPD HIPMI Sulawesi Utara merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Karena itu, ia berharap para pengusaha muda dapat memperoleh dukungan berupa kemudahan berusaha, pembinaan, fasilitas pengembangan bisnis, akses perbankan, serta pembiayaan yang lebih kondusif.

Menurut Jay, menjadi pengusaha tidak cukup hanya bermodal semangat kewirausahaan. Seorang pengusaha juga harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, disiplin dalam pembukuan, serta mampu mengelola keuangan secara sehat. Ia mengingatkan para pengusaha muda untuk membiasakan hidup hemat, menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent), dan tidak terjebak pada gaya hidup yang tidak sebanding dengan kemampuan finansial.

Jay juga mendorong anggota HIPMI untuk terus belajar, terbuka terhadap inovasi global, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi bersifat disruptif dan dapat menggantikan produk maupun model bisnis yang telah ada sebelumnya.

Ia menilai Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi international hub karena letak geografisnya yang strategis dan berdekatan dengan China. Posisi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan perdagangan serta kerja sama internasional.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Jay menyarankan agar HIPMI membawa delegasi Indonesia ke China melalui program exchange sehingga para anggota dapat mempelajari perkembangan teknologi dan dunia usaha secara langsung.

Lebih lanjut, Jay mengatakan bahwa menjadi bagian dari HIPMI merupakan pengalaman "tiga tahun untuk selamanya" karena jejaring dan pembelajaran yang diperoleh akan terus bermanfaat sepanjang karier. Ia menjelaskan bahwa anggota HIPMI berasal dari berbagai latar belakang dan rentang usia, mulai dari mahasiswa, profesional yang baru memulai usaha, hingga pengusaha yang akan memasuki jenjang anggota senior. Oleh karena itu, seluruh anggota diminta memanfaatkan kesempatan berorganisasi di HIPMI sebaik mungkin.

Di tengah tantangan global saat ini, lanjut Jay, seorang pengusaha tidak hanya membutuhkan kegigihan, keberanian, dan kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga harus mampu bersaing dengan masuknya investor asing ke Indonesia. Namun, kehadiran investor asing tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk belajar, membangun kemitraan, menjadi agen, distributor, maupun mengembangkan bentuk kerja sama bisnis lainnya.

Menutup paparannya, Jay menegaskan bahwa sebagai mitra strategis pemerintah, HIPMI harus memiliki keselarasan visi dan pemahaman dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan dunia usaha nasional. Menurutnya, berbagai arahan pemerintah perlu dijalankan, sementara aspirasi dan masukan dari kalangan dunia usaha tetap dapat disampaikan secara elegan kepada kementerian maupun lembaga terkait sebagai bagian dari sinergi untuk memperkuat perekonomian nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi