Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

HIPMI Didorong Jadi Solusi di Tengah Tekanan Ekonomi Global, Ade Jona Pererat Silaturahmi Mantan Ketua Umum

HIPMI Didorong Jadi Solusi di Tengah Tekanan Ekonomi Global, Ade Jona Pererat Silaturahmi Mantan Ketua Umum Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam membantu dunia usaha menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang saat ini dipengaruhi ketidakpastian global dan tekanan geopolitik.

Pesan tersebut mengemuka dalam Bincang Santai Mantan Ketua Umum HIPMI bertajuk "Persaudaraan yang Tak Pernah Usai" yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (1/6). Forum yang mempertemukan para mantan Ketua Umum BPP HIPMI itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi mengenai kondisi ekonomi dan masa depan dunia usaha nasional.

Mantan Ketua Umum BPP HIPMI periode 1986-1989, Sharif Cicip Sutarjo, menilai HIPMI perlu hadir sebagai bagian dari solusi bagi para pelaku usaha, terutama di daerah, di tengah tantangan ekonomi yang sebagian besar dipengaruhi faktor eksternal.

Menurutnya, dunia usaha membutuhkan dukungan berupa program yang konkret serta kepastian hukum dan kepastian berusaha agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur.

“Kondisi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu HIPMI harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Jika kepastian itu ada, pengusaha akan mampu menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri,” ujar Cicip.

Pandangan serupa disampaikan mantan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2008-2011, Erwin Aksa. Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi dunia usaha saat ini tidak mudah sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan solusi bagi para pelaku usaha.

Erwin mengenang pengalamannya memimpin HIPMI saat krisis ekonomi global akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Saat itu, pelaku usaha menghadapi kesulitan memperoleh pembiayaan karena tingginya bunga dan ketatnya penyaluran kredit.

“Kami di HIPMI berusaha karena perbankan tidak mau mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil karena bunga mahal dan krisis global ikut menghantam Indonesia. Saya dan mantan Menteri Perindustrian Pak MS Hidayat yang saat itu menjabat sebagai Ketua Kadin berusaha menyelesaikannya,” ujar Erwin.

Ia menilai pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya peran organisasi pengusaha dalam membantu mencari jalan keluar ketika dunia usaha menghadapi tekanan ekonomi.

Sementara itu, mantan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2011-2015, Raja Sapta Oktohari, mengatakan HIPMI memiliki tradisi kuat dalam menjaga persatuan dan menghadapi berbagai dinamika organisasi. Menurutnya, organisasi tersebut harus terus memberikan kontribusi dan pemikiran konstruktif bagi perkembangan dunia usaha nasional.

“HIPMI adalah organisasi yang tidak pernah pecah dan selalu mampu menyelesaikan dinamikanya dengan baik. Tugas para senior adalah menjaga marwah organisasi, memastikan HIPMI tetap menjadi organisasi yang elegan, diterima semua pihak, serta mampu memberikan kontribusi dan pemikiran yang konstruktif bagi bangsa,” kata Okto.

Dalam kesempatan yang sama, kandidat Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029, Ade Jona Prasetyo, mengatakan pertemuan tersebut menjadi wadah bertukar pikiran antara generasi muda dan para senior HIPMI untuk memperkuat organisasi sekaligus mendukung pengembangan dunia usaha.

Menurut Ade Jona, pengalaman dan masukan dari para senior menjadi bekal penting bagi generasi berikutnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan membangun iklim usaha yang lebih baik.

Baca Juga: Debat Caketum HIPMI Soroti Ancaman Indonesia Hanya Jadi Pasar Global

“Melalui forum seperti ini, kami bisa bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior untuk menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia,” ujarnya.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih membayangi, para senior HIPMI menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis untuk mendorong lahirnya program-program yang mampu memperkuat dunia usaha, menjaga kepastian berusaha, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di berbagai daerah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat