Presiden Israel Ungkap Mimpi Damai dengan Arab Saudi, Puji Pangeran Mohammed bin Salman
Kredit Foto: Reuters/Christopher Pike
Presiden Israel Isaac Herzog kembali menyuarakan keinginannya untuk menormalisasi hubungan dengan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi. Harapan itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya yang berbasis di Riyadh.
Herzog menyebut perdamaian dengan Arab Saudi sebagai impiannya. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.
"It is my dream to see peace between Israel and Saudi Arabia (Impian saya adalah melihat perdamaian antara Israel dan Arab Saudi). Saya sangat menghormati Putra Mahkota Mohammed Bin Salman," kata Herzog.
"Hal yang paling kami inginkan di Israel adalah melihat rekonsiliasi antara kedua negara," tambahnya.
Dalam wawancara yang direkam di Yerusalem dan ditayangkan pada Kamis (16/7/2026) waktu setempat, Herzog menilai Kesepakatan Abraham telah menjadi contoh keberhasilan kerja sama kawasan. Menurutnya, hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko menunjukkan peluang perdamaian di Timur Tengah.
Meski demikian, Herzog menegaskan Arab Saudi memiliki posisi yang jauh lebih penting. Ia menyebut kerajaan tersebut sebagai pemimpin utama di dunia Muslim dan mitra strategis bagi stabilitas kawasan.
Herzog mengatakan proses normalisasi hubungan sebaiknya dilakukan melalui dialog langsung antara Israel dan Arab Saudi. Ia juga menilai Amerika Serikat dapat berperan sebagai pendukung dalam proses tersebut.
Baca Juga: Wapres AS JD Vance Tuding Pejabat Israel Coba Gagalkan Kesepakatan dengan Iran
Sebelumnya, Arab Saudi sempat dilaporkan membuka pembicaraan mengenai normalisasi hubungan dengan Israel pada 2023. Namun, proses itu terhenti setelah perang di Jalur Gaza meletus.
Pemerintah Arab Saudi hingga kini tetap menyatakan tidak akan mengakui Israel tanpa adanya jalan menuju pembentukan negara Palestina yang merdeka. Sikap tersebut berulang kali ditegaskan para pejabat Saudi dan masih menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya normalisasi hubungan kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: