Zlatan Ibrahimovic Bongkar 'Khayalan' Inggris soal Gelar Piala Dunia: Media Terlalu Membesar-besarkan
Kredit Foto: Instagram/@judebellingham
Zlatan Ibrahimovic melontarkan kritik pedas kepada Timnas Inggris setelah langkah mereka di Piala Dunia 2026 terhenti. Legenda Swedia itu menilai The Three Lions terlalu mendapat sorotan besar meski belum benar-benar membuktikan diri menghadapi tim elite.
Menurut Ibrahimovic, Inggris memang menunjukkan mentalitas dan semangat bertarung sepanjang turnamen. Namun, ia menilai perjalanan Harry Kane dkk belum cukup untuk membuat mereka pantas disebut sebagai kandidat kuat juara dunia.
"Mereka menunjukkan semangat bertarung, mereka menunjukkan mentalitasnya. Namun, terus terang saja, mereka tidak mengalahkan tim kuat," ujar Ibrahimovic seperti dilansir ESPN.
Mantan pemain Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, hingga Manchester United itu bahkan menyindir pemberitaan media Inggris yang dianggap terlalu membangun ekspektasi terhadap tim asuhan Thomas Tuchel.
"Tapi saya tahu media-media Inggris itu suka gosip, suka propaganda untuk membangunnya, untuk membesar-besarkannya," kata Zlatan.
Inggris memang tampil konsisten sejak fase grup hingga babak perempat final Piala Dunia 2026. Namun, menurut Ibrahimovic, hasil tersebut belum menjadi bukti bahwa mereka sudah berada di level tim juara.
Ia menyoroti lawan-lawan yang dihadapi Inggris sebelum semifinal. Menurutnya, kemenangan atas tim seperti Norwegia belum bisa menjadi ukuran karena belum menghadapi pesaing utama dalam perebutan trofi.
"Mengalahkan Norwegia, dengan segala rasa hormat kepada Norwegia, itu bukanlah sebuah tim kuat. Namun Argentina adalah tim kuat," ucapnya.
Pandangan Zlatan kemudian terbukti ketika Inggris menghadapi Argentina di semifinal. The Three Lions sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon, tetapi Argentina mampu membalikkan keadaan melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Baca Juga: Messi Cuma Lepas Satu Tembakan, Tapi Dua Assistnya Hancurkan Mimpi Inggris di Piala Dunia 2026
Kekalahan 1-2 tersebut membuat Inggris kembali gagal mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang terakhir diraih pada 1966.
Bagi Zlatan, pertandingan melawan Argentina menunjukkan perbedaan level antara Inggris dan tim yang benar-benar terbiasa menghadapi tekanan besar.
"Memangnya berapa kali Inggris mengalahkan sebuah tim kuat? Saya ingin bertanya kepada penonton di sini. Sebuah tim kuat?" kata Ibrahimovic.
Ia menilai Inggris perlu melakukan evaluasi setelah kegagalan tersebut dan tidak terjebak oleh ekspektasi besar sebelum benar-benar mengalahkan tim terbaik dunia.
"Itulah kenyataannya. Ada level-level untuk sampai ke pertandingan seperti itu. Level. Itulah perbedaannya," tutup Zlatan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: