Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Inovasi Teknologi Jadi Kunci Tekan Biaya Produksi Pangan Agar Kompetitif dari Impor

Inovasi Teknologi Jadi Kunci Tekan Biaya Produksi Pangan Agar Kompetitif dari Impor Kredit Foto: Antara/Arif Prada
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti CORE Indonesia, Eliza Mardia, menyebutkan langkah pemerintah mengejar swasembada pangan berkelanjutan, perlu terus ditingkatkan. Langkah ini akan semakin efektif, lanjut Eliza, dengan terus menggalakkan inovasi teknologi pertanian baik mulai dari budidaya hingga pasca panen.

Eliza mengungkapkan, fokus pemerintah menggalakkan teknologi menjadi penting bukan tanpa sebab. Pasalnya, inovasi teknologi pertanian bakal menjadi terobosan efektif untuk mengefisiensi harga produksi sehingga lebih kompetitif dibandingkan impor.

"Nah tuga kita selanjutnya adalah efisiensi agar harga produksi bisa diturunkan dan produk kita kompetitif dibanding impor," jelas Eliza saat dihubungi Warta Ekonomi, Jumat (17/7/2026).

Meski demikian, Eliza melanjutkan bahwa sikap pemerintah memperhatikan kesejahteraan petani saat ini, sudah tepat. Langkah ini perlu terus dipertahankan guna menjamin minat petani untuk tetap berproduksi.

"Kebijakan pangan memang mesti diawali dengan perbaikan kesejahteraan petaninya dulu, untuk menjaga minat petani tetap menanam. Jdnya angka produksi bisa terjaga bahkan terus meningkat," tegas Eliza.

Oleh sebab itu, Eliza menekankan pentingnya inovasi teknologi agar menyeimbangkan tingkatan produksi dengan modal produksi di sektor pertanian.

"Ini mutlak perlu R&D (research and development) untuk inovasi teknologi dimulai budidaya di on farm sampai ke pasca panen off farm nya," lugas Eliza.

Baca Juga: Genjot Efisiensi Logistik Pangan, Pupuk Kaltim Percepat Transformasi Green and Smart Port

Baca Juga: Menko Zulhas Sebut Pelabuhan Cerdas dan Hijau Adalah Keharusan untuk Kedaulatan Pangan

Diketahui sebelumnya, Kementerian Pertanian mengambil langkah radikal dengan mempersilakan para ilmuwan negara untuk memakai seluruh infrastruktur laboratoriumnya. Hal ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan. 

"Ini adalah tonggak sejarah hari ini kita tanda tangan MOU, kita kolaborasi," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman selepas menggelar penandatangan MoU dengan BRIN di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (9/6/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra