Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komnas Anak Semprot Giorgio Antonio, Sarwendah Ikut Ditegur soal Anak

Komnas Anak Semprot Giorgio Antonio, Sarwendah Ikut Ditegur soal Anak Kredit Foto: Instagram/giorgioantonioc
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik antara Ruben Onsu, Sarwendah, dan kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio, terus melebar. Setelah Ruben meluapkan kekesalannya karena Giorgio dianggap ikut mengambil keputusan terkait anak-anaknya, kini Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Agustinus Sirait, turut angkat bicara.

Agustinus menegaskan, seseorang yang masih berstatus sebagai pacar tidak memiliki dasar hukum maupun kewenangan untuk menentukan hal-hal yang berkaitan dengan anak dari pasangannya.

Sorotan terhadap Giorgio mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya memberi izin kepada anak Sarwendah untuk memakan permen karet. Momen tersebut kemudian memicu reaksi keras Ruben Onsu yang menilai keputusan mengenai anak seharusnya tetap menjadi ranah orang tua kandung.

Menanggapi polemik itu, Agustinus Sirait menilai tindakan Giorgio tidak tepat karena posisinya bukan orang tua maupun anggota keluarga yang memiliki kewenangan dalam pengasuhan anak.

Baca Juga: Ngerasa Keren? Klarifikasi Pacar Sarwendah Malah Kena Nyinyir: Inggrisnya Gak Bagus!

“Ya nggak ada haknya di situ ya. Apalagi ini pasangannya juga dalam bentuk berpacaran ya. Kan nggak ada dasar hukumnya juga. Dan tentang masalah etis dan tidak etis, kan ini nggak etis gitu ya,” kata Ketua Komnas Anak Agustinus Sirait dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment.

Tak hanya menyoroti Giorgio, Agustinus juga menyampaikan pesan kepada Sarwendah dan para orang tua lainnya agar memahami batasan peran pasangan yang masih berstatus pacar.

Menurutnya, selama belum menjadi bagian resmi dari keluarga, pasangan tetap merupakan pihak luar sehingga perlu ada batasan yang jelas, terutama dalam interaksi dengan anak-anak.

"Saya juga mengimbau buat Sarwendah dan ibu-ibu yang lain, pasangan ini kan sementara baru sebatas pacar, itu bagian dari orang lain kalau dalam keluarga kita, harusnya juga bisa memberikan batasan-batasan bagaimana anak-anak kita itu diatur sedemikian mungkin untuk bisa membatasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan batasan tersebut juga merupakan bagian dari perlindungan terhadap anak, termasuk melalui edukasi mengenai body safety sejak dini.

“Kalau di Komnas Anak itu ada body safety, anak-anak kita harus kita lindungi bagian mana tubuhnya yang nggak boleh disentuh orang lain, apalagi orang lain ya. Dan seperti itu harus kita ajarkan sedini mungkin bagaimana body safety kepada anak-anak. Mana yang boleh dipegang, mana yang tidak," ucap dia.

“Itu juga bagian dari upaya melindungi anak-anak kita dari kemungkinan tindakan kita nggak tahu nanti di kemudian hari,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: