Kredit Foto: Instagram/Dede Budhyarto
Mantan Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, menyoroti pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyebut kliennya, Febrie Adriansyah, sebagai kebanggaan Presiden Prabowo Subianto yang dikriminalisasi tanpa pamit.
Menurut Dede, pernyataan tersebut justru menjadi blunder besar karena menyeret nama Presiden ke dalam kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
"Hotman Paris “BLUNDER” besar dengan mengeret geret nama Presiden dalam konferensi pers Febrie Adriansyah. Sebut Febrie sebagai “tangan kanan” atau kebanggaan presiden yang dikriminalisasi tanpa pamit justru mempolitisasi kasus korupsi ini," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (20/7).
Dede menilai, sebagai pengacara kelas atas, Hotman seharusnya fokus pada bukti hukum, bukan narasi kedekatan dengan elite. Langkah tersebut, kata Dede, malah menimbulkan kecurigaan publik bahwa ada “spin” politik di balik kasus ini.
Sebelumnya, Hotman Paris menyebut Febrie sebagai kebanggaan Presiden Prabowo yang dikriminalisasi tanpa pamit. Ia menyoroti pencapaian Febrie saat memimpin Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), yang berhasil mengembalikan aset senilai Rp300 triliun serta memulihkan kerugian negara Rp130 triliun dalam satu tahun.
“Bayangin, orang kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden. Benar-benar, saya melihat kurang penghormatan terhadap Presiden Prabowo (lewat tindakan hukum aparat terhadap Febrie -red). Itulah alasannya saya terpanggil (menjadi pengacara Febrie),” kata Hotman dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung RI, Jumat (17/7/2026) malam.
Baca Juga: 'Saya Tak Butuh Uang' Hotman Paris Kuak Alasan Ngotot Bela Eks Jampidsus Meski Dihujat
Hotman juga mempertanyakan prosedur kepolisian yang langsung menetapkan Febrie sebagai tersangka, bahkan menyindir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan menanyakan apakah proses penyidikan sudah mendapat izin atau “pamit” kepada Presiden.
“Hei, kenapa enggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan ini terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: