'Saya Tak Butuh Uang' Hotman Paris Kuak Alasan Ngotot Bela Eks Jampidsus Meski Dihujat
Kredit Foto: Istimewa
Keputusan Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menuai sorotan publik.
Di tengah derasnya kritik yang mengarah kepadanya, pengacara kondang itu akhirnya mengungkap alasan mengapa ia tetap bersedia mendampingi Febrie dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).q
Menurut Hotman, keputusannya bukan didasari persoalan materi. Ia bahkan mengaku siap menerima segala konsekuensi, termasuk kehilangan simpati dari para pengikutnya di media sosial.
Dalam keterangannya di Kejaksaan Agung, Hotman mengaku sempat terkejut mengetahui proses hukum terhadap Febrie. Ia bahkan menyinggung Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya tidak mengetahui penetapan tersangka tersebut.
"Bayangin orang yang kebanggaannya Presiden tiba-tiba dikriminalisasi, bahkan tanpa pamit sama Presiden," kata Hotman di Kejagung.
Baca Juga: Deretan Kejanggalan Kasus Eks Jampidsus Disorot, Ada yang Sengaja Ditutupi?
"Yang paling penting kalian bertanya, kalau Anda punya nyali bertanya, tanya kepada Kapolri 'Hei kenapa nggak nanya Pak Prabowo dulu sebelum melakukan itu terhadap tangan kanan dari yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo?'. Tanya, saya baru tahu tidak ada izin," imbuh dia.
Hotman kemudian memuji rekam jejak Febrie selama menjabat sebagai Jampidsus. Menurutnya, Febrie merupakan sosok yang berkontribusi besar dalam pengembalian aset negara, termasuk melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
"Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo karena dengan dia, dia mendapatkan negara mendapatkan sebagai Satgas PKH Rp300 triliun kemudian dalam satu tahun. Kemudian, pengembalian kerugian negara dapat Rp130 triliun, sudah Rp430 triliun kembali, dibanggakan oleh Presiden," ujarnya.
Lebih lanjut, Hotman menegaskan dirinya sama sekali tidak berharap memperoleh bayaran besar dari pendampingan hukum tersebut. Ia mengaku sudah memiliki banyak klien dari kalangan pengusaha besar.
"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini, karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal, saya bayarannya super mahal di Indonesia," ungkap dia.
"Jangan tanya saya cari muka, saya tidak butuh uang uang lagi. Dan semua klien saya konglomerat, tanya semuanya. Perkara bisnis di Singapura, gua yang pegang kalau di Indonesia," ucap Hotman.
Meski sadar langkahnya akan memicu kritik dari publik, Hotman mengaku siap menanggung risikonya. Ia bahkan mempersilakan para pengikutnya yang kecewa untuk menilai sendiri keputusannya.
"Bagi followers saya yang merasa 'Kok Hotman jadi begini', yang semula 99% jadi followers saya, silakan gua ambil risiko itu, tapi di mana logikanya seorang bawahan Presiden justru mentersangkakan dan mempermalukan bawahan lain yang adalah kebanggaan Presiden. Yang telah mengembalikan uang negara 430 triliun dengan cara seperti ini. Anda jawab sendiri ada apa?" katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri