Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Mau Safari Politik ke NTT, PDIP Nyeletuk: Jangan Lupa Bawa Ijazahnya!

Jokowi Mau Safari Politik ke NTT, PDIP Nyeletuk: Jangan Lupa Bawa Ijazahnya! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memantik komentar dari berbagai pihak. Di tengah polemik ijazah palsu yang masih bergulir di meja hijau, kunjungan Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT) disambut sindiran dari politikus PDI Perjuangan (PDIP).

Jokowi dijadwalkan melanjutkan rangkaian safari politiknya pada akhir Juli 2026. Setelah mengunjungi Lampung, Kota Kupang di NTT akan menjadi destinasi pertama dalam agenda tersebut.

Rencana itu disampaikan Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron usai bertemu Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah.

"Kemarin Lampung sudah, akhir bulan kami ke NTT. Bapak akan mulai berikutnya di Kupang," kata Bro Ron.

Menurutnya, PSI masih menyusun agenda kunjungan karena banyaknya undangan yang datang, baik dari struktur partai maupun masyarakat.

Baca Juga: Militan Gibran Sentil PDIP Banyak Cincong soal Safari Politik Jokowi

"Undangan-undangan dari masyarakat banyak sekali. Jadi kami harus pilih, mana undangan dari PSI dan mana undangan dari masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan dipilihnya NTT bukan tanpa alasan. Ia menyebut Jokowi memiliki kedekatan dengan daerah tersebut sejak masih menjabat sebagai Presiden RI.

"Pak Jokowi cinta NTT, dari semasa menjabat, karya beliau banyak di NTT," ujar Bestari.

Selain menghadiri undangan masyarakat, Jokowi dijadwalkan bertemu pengurus PSI di daerah, relawan, tokoh adat, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Namun, di tengah persiapan safari politik tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira melontarkan sindiran yang menyinggung polemik ijazah palsu Jokowi.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT itu menyarankan agar Jokowi membawa ijazahnya saat berkunjung ke NTT apabila ada masyarakat yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut.

Baca Juga: Dokter Tifa Terheran-Heran Jokowi Jadi Pejabat Sejak 2005, Baru Ngaku Alumni UGM 2017

"Sebaiknya kalau ke sana bawa ijazahnya sehingga kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat," ungkap Andreas.

Andreas juga mengingatkan bahwa proses hukum terkait perkara dugaan pencemaran nama baik mengenai polemik ijazah masih berlangsung di pengadilan. Menurutnya, masyarakat di berbagai daerah, termasuk NTT, masih menunggu kepastian atas isu tersebut.

"Beliau ini ditunggu kehadirannya di PN untuk kasus ijazah. Janjinya mau hadir. Penuhi dululah janjinya, agar urusan segera selesai. Karena rakyat di daerah, termasuk di NTT, juga bertanya apakah ijazah Jokowi ini benar asli atau palsu," ucapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri