Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MNC Asia Holding (BHIT) Lanjutkan Divestasi IATA Setelah Pergantian Pengendali, Raup Rp39,88 Miliar

MNC Asia Holding (BHIT) Lanjutkan Divestasi IATA Setelah Pergantian Pengendali, Raup Rp39,88 Miliar Kredit Foto: MNC
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) kembali mengurangi kepemilikannya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) dengan melepas sebanyak 658,52 juta saham melalui serangkaian transaksi di pasar. Aksi divestasi tersebut diperkirakan menghasilkan dana sekitar Rp39,88 miliar dan semakin menurunkan porsi kepemilikan BHIT di emiten tersebut menjadi 6,83%.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (20/7/2026), transaksi penjualan dilakukan dalam tujuh kali transaksi dengan harga pelaksanaan berkisar Rp59 hingga Rp65 per saham.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan BHIT di IATA turun dari 8,93% menjadi 6,83%. Jumlah saham yang dimiliki perseroan berkurang dari sekitar 2,79 miliar lembar menjadi sekitar 2,13 miliar lembar.

Rinciannya, pada periode 14–16 Juli 2026, BHIT menjual sebanyak 308,22 juta saham dengan harga Rp59 per saham. Dari transaksi tersebut, perseroan memperoleh dana sekitar Rp18,18 miliar.

Sementara itu, pada transaksi yang berlangsung pada 29 Mei serta 3, 10, dan 13 Juli 2026, BHIT kembali melepas 350,30 juta saham dengan harga rata-rata sekitar Rp62 per saham. Penjualan tersebut menghasilkan dana sekitar Rp21,7 miliar.

Secara akumulatif, nilai divestasi dari kedua kelompok transaksi itu mencapai sekitar Rp39,88 miliar.

Manajemen BHIT menyatakan pelepasan saham tersebut merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan. Divestasi juga dilakukan seiring perubahan struktur kepemilikan di IATA setelah PT Karya Pacific Investama (KPI) resmi menjadi pemegang saham pengendali baru.

Perubahan pengendali tersebut sekaligus mengakhiri keterkaitan IATA dengan Grup MNC. Sejalan dengan itu, perseroan telah berganti nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk sebagai bagian dari identitas baru perusahaan di bawah pengendali baru.

Baca Juga: MNC Asia Holding (BHIT) Lepas 350,3 Juta Saham IATA, Ini Tujuannya

Baca Juga: Cetak Investor Gen Z, MNC Sekuritas dan MNC Bank Genjot Literasi Pasar Modal

Aksi pelepasan saham oleh BHIT menunjukkan berlanjutnya proses keluarnya Grup MNC dari kepemilikan di emiten tersebut setelah pengalihan kendali. Dengan porsi kepemilikan yang kini tinggal 6,83%, ruang divestasi BHIT di masa mendatang masih terbuka apabila perusahaan memutuskan kembali melepas sisa kepemilikannya.

Di pasar saham, harga saham IATA masih bergerak terbatas. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, saham IATA ditutup stagnan di level Rp57 per saham, sedangkan saham BHIT juga tidak berubah di level Rp25 per saham.

Pada perdagangan Senin (20/7/2026), saham IATA sempat menguat ke level Rp58 per saham pada awal sesi. Sementara itu, saham BHIT masih bergerak datar di level Rp25 per saham.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri