Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Hanya Emas, Logam Putih Kini Makin Diburu sebagai Instrumen Investasi

Tak Hanya Emas, Logam Putih Kini Makin Diburu sebagai Instrumen Investasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emas masih menjadi instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat karena dinilai sebagai aset safe haven. Namun, sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, minat investor terhadap logam mulia lain, khususnya perak, juga terus meningkat.

Tren tersebut tercermin dari penjualan Nellava Group. Perusahaan mencatat sekitar 70% penjualannya berasal dari produk perak, sementara sisanya berasal dari emas.

Seiring meningkatnya permintaan tersebut, Nellava Bullion resmi membuka gerai ketiganya di Jakarta setelah sebelumnya hadir di Bali dan Surabaya. Gerai baru itu berlokasi di Jalan Kemang Raya 82D, Jakarta Selatan.

Marketing Director Nellava Group, Alif Fauzan, mengatakan seluruh produk logam mulia yang dipasarkan memiliki tingkat kemurnian hingga 99,9% dan mengikuti harga pasar global. Perusahaan juga menyediakan layanan buyback untuk emas maupun perak.

"Kami juga menyediakan fasilitas buyback untuk emas dan perak. Masyarakat tidak perlu ragu dan takut membeli produk kami karena memang 99,9% purity, baik itu emas ataupun silver," ujar Alif saat grand launching gerai Nellava di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).

Menurut dia, salah satu keunggulan Nellava Bullion adalah transparansi harga logam mulia yang mengacu pada harga global. Melalui fitur live price, masyarakat dapat memantau pergerakan harga emas dan perak secara real-time dengan pembaruan setiap 30 detik melalui situs yang disediakan perusahaan.

Pembukaan gerai di Jakarta dilakukan setelah gerai Nellava di Surabaya mencatat transaksi hingga Rp8 miliar dalam tiga hari pertama operasionalnya. Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas ekspansi ke pasar internasional dengan membuka gerai di Malaysia.

Pada kesempatan yang sama, Brand Ambassador Nellava Bullion, Kirana Larasati, mengingatkan pentingnya investasi logam mulia sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Menurutnya, pengalaman keluarganya menunjukkan bahwa emas batangan dapat menjadi aset yang bernilai ketika dibutuhkan di masa depan.

"Di pengalaman saya sendiri, mamah saya memang mengumpulkan batangan emas. Sudah terbukti secara sejarah, mempunyai logam mulia sebagai investasi, sebagai safe haven, itu akan berguna di kemudian hari," ujarnya.

Baca Juga: Jelang Wajib Halal 2026, Kemenperin Perkuat Sertifikasi Industri Kemasan

Kirana menilai investasi logam mulia sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang. Ia menyarankan masyarakat memilih emas atau perak batangan dibandingkan perhiasan apabila tujuan utamanya adalah investasi.

"Jika ingin berinvestasi, belilah emas atau perak batangan, jangan perhiasan. Seperti yang dilakukan oleh mamah saya. Namun, memang ini bukan keuntungan dalam tempo yang sebentar, bukan daily trading. Jadi, beli, simpan dulu beberapa tahun, terjadi apa-apa atau ingin menjual, kemungkinan besar akan ada untungnya," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: