Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Asing Kembali Masuk, Prospek IHSG Makin Cerah

Investor Asing Kembali Masuk, Prospek IHSG Makin Cerah Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai prospek pasar saham Indonesia pada semester II-2026 masih cukup menjanjikan meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global. Valuasi saham yang semakin menarik serta mulai pulihnya minat investor asing dinilai menjadi faktor yang menopang peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan pasar saham domestik telah melewati fase technical rebound. Selanjutnya, arah pergerakan IHSG akan lebih ditentukan oleh fundamental ekonomi, kebijakan moneter global, dan kinerja emiten.

"Perhatian investor kini tidak lagi hanya tertuju pada momentum rebound, tetapi juga pada kekuatan fundamental ekonomi dan prospek kinerja emiten di tengah tantangan makro yang masih berlangsung," ujar Rully dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, mulai masuknya kembali investor asing ke saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar domestik mulai membaik setelah periode volatilitas pada paruh pertama tahun ini.

Meski demikian, Mirae Asset memperkirakan tantangan terbesar masih berasal dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Rully memproyeksikan Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 basis poin pada September dan Desember 2026.

Apabila proyeksi tersebut terealisasi, kebijakan higher for longer diperkirakan berlanjut sehingga likuiditas dolar AS akan tetap ketat. Kondisi itu berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, ruang Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga dinilai semakin terbatas karena harus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah potensi twin deficit.

Meski menghadapi tantangan eksternal tersebut, Mirae Asset menilai sejumlah katalis domestik masih dapat menopang kinerja pasar saham pada semester II-2026. Stabilitas nilai tukar rupiah, musim publikasi laporan keuangan kuartal II-2026, serta semakin jelasnya arah kebijakan ekonomi pemerintah diperkirakan menjadi faktor yang mendukung sentimen pasar.

Baca Juga: IHSG Terus Melesat, Tembus ke Level 6.273

Baca Juga: Belum Tembus Level 6.300, IHSG Berpotensi Terkoreksi

Baca Juga: BEI Sebut Hanya Butuh 15 Menit, Pengumuman S&P Bikin IHSG Langsung Rebound 2%

Berdasarkan kondisi tersebut, Mirae Asset mempertahankan rekomendasi pada delapan saham yang dinilai memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan menarik.

Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi pilihan utama. Selain itu, perusahaan sekuritas tersebut juga merekomendasikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri