Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bea Cukai Batal Dibubarkan, Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Ubah Sikap

Bea Cukai Batal Dibubarkan, Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Ubah Sikap Kredit Foto: Bea dan Cukai
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana pembubaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tampaknya tidak akan berlanjut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa lembaga tersebut tetap dipertahankan setelah Presiden Prabowo Subianto melihat adanya perbaikan dalam kinerja Bea Cukai.

Sebelumnya, Bea Cukai sempat menjadi sorotan setelah muncul wacana pembubaran dan penggantian fungsi pengawasan impor dengan Société Générale de Surveillance (SGS), perusahaan asal Swiss.

Namun, menurut Purbaya, pandangan pemerintah mulai berubah setelah adanya evaluasi terhadap kinerja Bea Cukai dalam beberapa waktu terakhir.

"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (21/7/2026).

Menurut Purbaya, pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi melihat pembubaran sebagai solusi utama. Sebaliknya, Bea Cukai diminta terus melakukan pembenahan agar mampu menjalankan tugasnya dengan lebih baik.

"Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan," katanya.

Purbaya menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong perbaikan tersebut adalah perubahan di jajaran pimpinan Bea Cukai. Ia menyebut posisi strategis di lembaga tersebut kini diisi oleh orang-orang yang dinilai mampu melakukan pembenahan.

Baca Juga: Soal Tambahan TKD, Purbaya Mulai Petakan Daerah yang Kekurangan Dana

Perubahan itu, kata Purbaya, mulai terlihat dari sisi penerimaan negara. Ia menyebut penerimaan Bea Cukai saat ini mengalami pertumbuhan sekitar 7 persen.

Selain meningkatkan penerimaan, Purbaya juga mengklaim Bea Cukai mulai memperketat pengawasan terhadap berbagai aktivitas ilegal, termasuk peredaran barang selundupan.

"Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu," ujar Purbaya.

Meski mendapat sinyal positif untuk tetap dipertahankan, Bea Cukai masih menghadapi tantangan besar untuk menjaga kepercayaan publik. Pemerintah meminta lembaga tersebut terus memperbaiki tata kelola dan memastikan pengawasan berjalan lebih efektif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama