Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Donald Trump Sesumbar Bakal Hantam Lokasi Nuklir Iran dalam Waktu Dekat

Donald Trump Sesumbar Bakal Hantam Lokasi Nuklir Iran dalam Waktu Dekat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengancam akan melancarkan serangan ke fasilitas yang diduga menjadi lokasi penyimpanan sentrifus nuklir. Ancaman itu disampaikan setelah muncul laporan bahwa Iran memindahkan peralatan nuklir strategis ke kawasan bawah tanah Pickaxe Mountain.

Trump menegaskan Amerika Serikat telah menyiapkan serangan terhadap lokasi tersebut. Ia bahkan menyebut Iran tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan rencana militer Washington.

"Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," kata Trump saat menjawab pertanyaan mengenai dugaan pemindahan sentrifus Iran ke Gunung Pickaxe di wilayah Natanz.

"Biasanya saya tidak akan mengatakan hal itu. Jika saya berpikir mereka bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya, saya tidak akan pernah mengatakannya; namun kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan... dengan sangat keras," tambahnya.

Laporan intelijen Israel menyebut Iran diduga memindahkan sentrifus canggih beserta sebagian cadangan uranium yang diperkaya ke fasilitas bawah tanah tersebut. Langkah itu disebut dilakukan setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni tahun lalu.

Pickaxe Mountain telah lama menjadi perhatian badan intelijen Israel. Lokasi itu diyakini menjadi salah satu fasilitas nuklir paling penting karena dibangun jauh di bawah permukaan tanah sehingga sulit dijangkau melalui serangan udara.

Laporan CNN sebelumnya juga menyebut Iran memperkuat perlindungan terhadap fasilitas tersebut. Akses menuju lokasi dikabarkan ditutup dengan meruntuhkan terowongan dan memasang ranjau peledak di sejumlah pintu masuk.

Iran diperkirakan memiliki sekitar 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan tinggi. Cadangan tersebut menjadi salah satu sasaran utama yang ingin diamankan Amerika Serikat dan Israel.

Sumber intelijen Israel menyebut aktivitas pembangunan di Pickaxe Mountain meningkat setelah konflik bersenjata berakhir. Kondisi itu memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut kini menjadi pusat penyimpanan aset nuklir Iran.

Sebelumnya Amerika Serikat telah menyerang fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan pada akhir perang. Namun, kawasan Pickaxe Mountain saat itu tidak menjadi sasaran operasi militer.

"Aktivitas dan pembangunan di lokasi itu meningkat setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran pada bulan Juni 2025," ujar sumber Israel.

Baca Juga: Amerika Klaim Perang Iran Sudah Dimulai 47 Tahun Lalu, Bukan di Era Donald Trump

Pada Desember lalu, seorang pejabat senior Israel juga mengingatkan adanya indikasi Iran kembali memperkuat kemampuan militernya. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa Teheran tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik berikutnya.

"Ada berbagai sinyal, pernyataan, dan pesan yang terus muncul, yang mengindikasikan bahwa Iran sedang mempersenjatai diri kembali, meningkatkan kemampuan, serta bersiap untuk melakukan serangan," kata pejabat senior Israel.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: