Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.909 per Dolar AS

Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.909 per Dolar AS Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2026), di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.909 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan 21 poin atau 0,12% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia melemah tipis 0,02% ke level 101,161. 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan terbatas karena investor mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps).

"Pelemahan diperkirakan terbatas, investor mengantisipasi kenaikan suku bunga 25 bps pada RDG BI sore ini," ujar Lukman saat dihubungi, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Jelang RDG Juli 2026, Ekonom Prediksi BI Rate Naik Jadi 6 Persen

Baca Juga: Perkuat Daya Saing UMKM, Bank Indonesia Kembali Gelar Karya Kreatif Sumatera Utara 2026

Menurut Lukman, tekanan terhadap rupiah juga masih berasal dari faktor eksternal. Mata uang Garuda diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar AS di tengah tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah.

"Tensi geopolitik yang masih tinggi di timteng (Timur Tengah) yang menyebabkan kenaikan harga inyak mentah dunia dan indeks dolar AS," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra