Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Disebut 'Adik' oleh Nanik, Sudaryono: Kami Kenal Bukan Hanya Karena Pak Prabowo

Disebut 'Adik' oleh Nanik, Sudaryono: Kami Kenal Bukan Hanya Karena Pak Prabowo Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Sudaryono mengaku menerima kabar penunjukan tersebut melalui telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Rabu (22/7) siang. Ia mengatakan pelantikannya dijadwalkan berlangsung pada sore hari.

"Yang pertama saya tadi ditelepon oleh Pak Teddy untuk nanti sore ada pelantikan. Jadi betul, tadi juga Pak Mensesneg sudah memberikan keterangan pers bahwa saya ditunjuk oleh Presiden untuk kemudian menggantikan Bu Nanik yang mengundurkan diri karena faktor kesehatan," kata Sudaryono kepada wartawan, Rabu (22/7).

Sudaryono mengaku telah memahami Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak masih menjadi bagian dari tim kampanye Prabowo. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu prioritas utama Presiden yang telah disiapkan jauh sebelum masa kampanye hingga akhirnya direalisasikan setelah Prabowo menjabat.

"Program MBG ini sebetulnya adalah program prioritas Presiden yang dibahas jauh sebelum kampanye, kemudian menjadi materi kampanye, lalu setelah beliau dilantik menjadi Presiden program itu dilaksanakan," ujarnya.

Ia menilai pengalamannya di Kementerian Pertanian membuatnya memahami keterkaitan MBG dengan sektor pangan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada penyaluran makanan bergizi, tetapi juga pada kesiapan rantai pasok yang melibatkan petani, peternak, dan nelayan.

"Selain itu juga dari sisi pertanian, kita adalah pihak yang sangat berkepentingan dalam MBG ini. Bagaimana rantai pasok, kemudian bagaimana ini berefek kepada petani-petani kita, peternak kita, nelayan kita," katanya.

Sudaryono mengakui penunjukan tersebut menjadi tanggung jawab besar. Meski merasa senang mendapat kepercayaan dari Presiden, ia meminta doa agar dapat menjalankan amanah sebagai Kepala BGN.

"Tentu saja ini tanggung jawab yang besar. Doakan saya untuk bisa amanah dan bisa berhasil mengemban tugas ini," ucapnya.

Terkait statusnya sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengatakan dirinya tidak dapat merangkap jabatan. Ia mengacu pada penjelasan Menteri Sekretaris Negara yang menyatakan posisi tersebut harus dilepaskan setelah menjabat Kepala BGN.

Baca Juga: Bakal Diganti Sudaryono, Prabowo Tetap Beri Tugas Nanik di Program MBG

"Kalau dari keterangan Pak Pras tadi tidak bisa rangkap jabatan, jadi harus lepas," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga mengungkapkan kedekatannya dengan Nanik S Deyang. Ia menyebut hubungan mereka telah terjalin lama dan bukan sekadar hubungan kerja.

"Saya kira orang di lingkungan Presiden Prabowo yang kenal beliau paling duluan adalah saya ya," ujarnya.

"Oh dekat sekali saya. Itu budenya anak-anak saya. Saya kenal beliau sudah lama. Beliau adalah kakak saya. Kita bukan lagi hubungan karena kepartaian atau karena Pak Prabowo, tetapi kemudian jadi seperti satu keluarga yang baik," tutup Sudaryono.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: