Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PP Properti (PPRO) Catat Rugi Rp201,7 Miliar di Semester I-2026

PP Properti (PPRO) Catat Rugi Rp201,7 Miliar di Semester I-2026 Kredit Foto: PPRO
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp201,71 miliar pada semester I-2026. Kinerja itu berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang masih membukukan laba Rp47,18 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang diterbitkan di BEI, Kamis (23/7/2026), rugi per saham dasar PPRO ikut berubah menjadi Rp3,42 per saham, dari sebelumnya laba Rp0,80 per saham pada semester I-2025.

Di sisi operasional, pendapatan PPRO justru mengalami pertumbuhan. Hingga akhir Juni 2026, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp171,18 miliar, naik 20,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp142,24 miliar.

Namun, kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi beban yang masih tinggi. Beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp163,94 miliar dari Rp139,78 miliar. Meski demikian, laba kotor perseroan melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp7,24 miliar, dibandingkan Rp2,45 miliar pada semester I-2025.

Posisi beban usaha naik menjadi Rp28,94 miliar dari Rp27,10 miliar. Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp72,78 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp104,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

PPRO juga mencatat beban cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp1,16 miliar, sedangkan beban lain-lain mencapai Rp106,22 miliar. Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama turun menjadi Rp2,10 miliar, dari sebelumnya Rp2,62 miliar.

Secara konsolidasi, perseroan membukukan rugi tahun berjalan sebesar Rp206,73 miliar, berbanding terbalik dengan laba Rp39,70 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga: Pefindo Turunkan Rating PTPP, Perumnas, dan ADCP, Risiko Likuiditas dan Refinancing Meningkat

Baca Juga: Utang PTPP Membengkak ke Rp4,49 Triliun, Laba Konsolidasi Ikut Turun

Dari sisi neraca, total aset PPRO tercatat sebesar Rp10,52 triliun per akhir Juni 2026, turun dari Rp10,66 triliun pada akhir 2025. Dengan total liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp4,59 triliun dan Rp5,93 triliun.

PPRO juga masih mencatatkan saldo defisit sebesar Rp7,97 triliun, lebih besar dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang mencapai Rp7,76 triliun, menunjukkan tantangan yang masih dihadapi perusahaan dalam memperbaiki kinerja keuangannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri