Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Masuk Fase Pullback, IPOT Ungkap Syarat Lanjut Reli ke 6.700

IHSG Masuk Fase Pullback, IPOT Ungkap Syarat Lanjut Reli ke 6.700 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak dalam fase pullback pada perdagangan 27-31 Juli 2026 seiring dominannya sentimen eksternal yang membayangi pasar. Meski demikian, peluang penguatan kembali dinilai masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas area support krusial.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari mengatakan, secara teknikal IHSG tengah bergerak menuju area pivot 6.150-6.200 setelah mengalami breakdown di bawah dynamic resistance MA5 dan MA60. Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase konsolidasi, sementara katalis positif dari domestik belum cukup kuat untuk mendorong penguatan yang berkelanjutan.

"Secara teknikal IHSG saat ini berada dalam fase pullback menuju area pivot 6.150-6.200 setelah mengalami breakdowndi bawah dynamic resistance MA5 dan MA60," ujar Brigita dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, tekanan pasar juga tercermin dari indikator Stochastic RSI yang telah memasuki area overbought. Kendati demikian, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan histogram positif sehingga peluang penguatan belum sepenuhnya tertutup.

Brigita menjelaskan struktur tren naik jangka pendek masih tetap terjaga apabila IHSG mampu bertahan di area support6.111-6.150. Sementara itu, strong support berada pada kisaran 6.000-6.010 yang berdekatan dengan indikator MA20.

"Apabila IHSG mampu mengakhiri fase konsolidasi dan menembus resistance 6.340, maka hal tersebut akan mengonfirmasi kelanjutan penguatan menuju target 6.470-6.700 sekaligus menutup gap pada area atas," jelasnya.

Di tengah volatilitas pasar, IPOT menilai investor tetap dapat memanfaatkan peluang pada saham-saham yang masih memiliki prospek teknikal positif. Perseroan juga mengandalkan fitur LADI (Live Action Done Indicator) yang menampilkan data akumulasi dan distribusi saham secara real-time untuk membantu investor ritel memantau tekanan beli dan jual serta mendeteksi pergerakan smart money selama perdagangan berlangsung.

Untuk perdagangan pekan ini, IPOT merekomendasikan tiga saham pilihan. Pertama, PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) dengan rekomendasi buy pada area 5.975-6.100, target harga 6.725, dan stop loss di level 5.600. Secara teknikal, saham EMAS dinilai memiliki struktur tren yang solid setelah mampu bertahan di atas EMA5 hingga EMA20, didukung volume perdagangan di atas rata-rata 20 hari serta adanya indikasi akumulasi oleh smart money.

Baca Juga: IHSG dan Kapitalisasi Pasar Menguat dalam Sepekan, Meski Asing Masih Net Sell

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur Berpotensi Picu Volatilitas IHSG, Saham Perbankan Bisa Kena Sengatan

Rekomendasi kedua adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan area masuk di level 24.500, target harga 26.300, dan stop loss 23.675. Saham emiten batu bara tersebut dinilai telah mengonfirmasi tren bullish yang kuat, tercermin dari indikator ADX dengan posisi +DI berada di atas -DI serta didukung lonjakan volume transaksi.

Sementara itu, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga masuk dalam daftar rekomendasi beli dengan area masuk 1.660-1.700, target harga 1.880, dan stop loss di level 1.550. Saham TAPG dinilai masih mempertahankan tren positif setelah bergerak di atas EMA5 hingga EMA50, serta didukung aksi akumulasi smart money yang berlangsung secara konsisten dalam satu bulan terakhir.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri