Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Lepas Saham Bank Jumbo, Pasar Tunggu Pengganti Perry Warjiyo

Investor Lepas Saham Bank Jumbo, Pasar Tunggu Pengganti Perry Warjiyo Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kompak dibuka di zona merah pada perdagangan Senin (27/7/2026) menyusul kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada saham sektor keuangan sembari menunggu kepastian mengenai proses suksesi di bank sentral.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.30 WIB, seluruh saham bank jumbo mengalami pelemahan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,8% menjadi Rp6.225 per saham dari posisi penutupan sebelumnya Rp6.275 per saham.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 1,4% atau 40 poin ke level Rp2.930 per saham dari sebelumnya Rp2.960 per saham.

Tekanan juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang turun 1,5% atau 60 poin menjadi Rp4.070 per saham dari Rp4.130 per saham. Adapun saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 1,1% atau 40 poin ke posisi Rp3.480 per saham dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp3.520 per saham.

Pelemahan serentak saham bank besar tersebut mencerminkan kehati-hatian investor terhadap potensi perubahan arah kebijakan moneter dan stabilitas pasar keuangan menyusul pergantian pucuk pimpinan Bank Indonesia.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta mengatakan sektor perbankan menjadi yang paling sensitif terhadap sentimen pengunduran diri Perry Warjiyo karena memiliki keterkaitan erat dengan kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas, dan stabilitas sistem keuangan.

"Dalam jangka pendek, investor cenderung mengambil sikap wait and see, sehingga volatilitas di pasar saham maupun obligasi berpotensi meningkat. Namun, besarnya dampak terlihat dari pengunduran diri, serta kredibilitas pengganti Gubernur BI," ujar Nafan kepada Warta Ekonomi, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap pasar tidak akan berlangsung lama apabila proses pergantian kepemimpinan berjalan cepat, transparan, serta tetap menjaga independensi Bank Indonesia dan kesinambungan kebijakan moneter.

Baca Juga: Tekanan Rupiah Terhadap Dolar AS Semakin Dalam Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Baca Juga: IHSG Merah Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Big Banks Rontok

Selain saham perbankan, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah. Ketidakpastian mengenai kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memicu arus keluar dana asing (capital outflow) apabila proses transisi berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Saat ini, investor masih menunggu pernyataan resmi pemerintah mengenai calon pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Nafan menilai kejelasan proses suksesi akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.

"Kejelasan mengenai proses suksesi dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan pasar keuangan domestik dalam jangka pendek," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri