Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pengelola jaringan ritel Alfamidi milik Djoko Susanto, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp485,97 miliar, meningkat 24,45% dibandingkan Rp390,51 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Mengutip laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026), pertumbuhan laba tersebut turut mendorong laba per saham atau earnings per share (EPS) meningkat menjadi Rp14,53, dari Rp11,68 pada semester I-2025.
Kenaikan laba didukung oleh pertumbuhan pendapatan bersih yang mencapai Rp11,24 triliun, naik 8,39% dibandingkan Rp10,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga meningkat 7,89% menjadi Rp8,34 triliun dari Rp7,73 triliun. Meski demikian, perseroan masih mampu meningkatkan laba bruto sebesar 10,27% menjadi Rp2,90 triliun, dibandingkan Rp2,63 triliun pada semester I-2025.
Perbaikan kinerja juga tercermin dari laba usaha yang tumbuh 22,42% menjadi Rp623,36 miliar, sementara laba sebelum pajak melonjak 36,94% menjadi Rp606,33 miliar.
Baca Juga: BEI Minta Klarifikasi DATA soal Transaksi Saham Protelindo, Ini Penjelasannya
Baca Juga: 20 Saham Ini Kena Aksi Borong Asing, Saat IHSG Melemah dan Perry Undur Diri
Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset MIDI tercatat Rp9,27 triliun, meningkat tipis dari Rp9,12 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp4,64 triliun dan ekuitas meningkat menjadi Rp4,63 triliun, atau masing-masing tumbuh sekitar 1% dibandingkan posisi akhir tahun lalu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: