Kepala BGN Ancam Pecat Pegawai Terlibat Judi Online hingga Sunat Dana MBG, Sudaryono: Jangan Dikira Enggak Ketahuan
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Pemerintah mulai memperketat pengawasan terhadap aparatur di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Sudaryono menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari judi online hingga menyalahgunakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sudaryono, langkah penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan internal yang kini sedang dilakukan BGN untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sesuai aturan.
Ia mengatakan pegawai yang terbukti terlibat judi online, tidak disiplin, maupun mengambil uang yang bukan haknya akan dikenai sanksi berat, termasuk pemberhentian dari instansi.
"Untuk hukuman ASN PPPK itu adalah ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, ada juga yang ada indikasi tadi ngentit-ngentit (mengambil) duit tadi itu," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Sudaryono menegaskan pihaknya memiliki mekanisme pengawasan yang memungkinkan setiap dugaan pelanggaran segera ditindaklanjuti. Ia mengingatkan pegawai agar tidak menganggap pengambilan dana dalam jumlah kecil akan luput dari perhatian.
"Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu kemudian enggak tahu, (kami) tahu. Sekarang ini informasi mudah, tinggal kirim WA, kita investigasi, orangnya ngaku," katanya.
Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menambahkan, pegawai yang mencoreng nama baik BGN dengan meminta fee atau mengambil uang yang bukan haknya harus menerima konsekuensi sesuai aturan yang berlaku.
"Maka kita korbankan, bukan korbankan sebetulnya ya harus kita hukum orang-orang yang tidak baik yang kemudian mencoreng nama baik orang-orang yang bekerja selama ini dengan baik," tegasnya.
Di sisi lain, Sudaryono menjelaskan BGN juga tengah melakukan perbaikan tata kelola Program MBG secara menyeluruh. Pembenahan dilakukan mulai dari penajaman sasaran penerima manfaat hingga pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Langsung 'Dicukur', Ini Alasan Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG dan Pecat Puluhan Tenaga Ahli
Menurutnya, perbaikan tersebut dilakukan dengan memperkuat transparansi, komunikasi, serta melibatkan berbagai kementerian, pemerintah daerah, hingga masyarakat dalam proses pengawasan.
"Kami coba untuk kami solve adalah bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, pelibatan kementerian lain, lembaga lain, pelibatan pemerintah daerah, pelibatan dinas-dinas itu kemudian, dan pelibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain, maka kami berusaha untuk memperbaiki itu semua," ujar Sudaryono.
Ia menegaskan komitmen bersih-bersih internal akan terus dijalankan selama memimpin BGN agar pelaksanaan Program MBG tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak dirusak oleh oknum pegawai.
"Kami mencoba untuk bersih-bersih, kami mencoba untuk kemudian yang melanggar, kami berikan sanksi," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: