Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Langsung 'Dicukur', Ini Alasan Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG dan Pecat Puluhan Tenaga Ahli

Langsung 'Dicukur', Ini Alasan Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG dan Pecat Puluhan Tenaga Ahli Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, langsung membuat gebrakan besar dengan melakukan langkah bersih-bersih di internal lembaga. Dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026), ia mengumumkan pemberhentian ratusan pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) serta penutupan permanen ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono menegaskan, langkah tegas itu dilakukan untuk menjaga integritas BGN dan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar.

“Per hari ini kami umumkan telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN. Kami mencoba bersih-bersih, yang melanggar kami berikan sanksi,” kata Sudaryono di Jakarta.

Dalam penjelasannya, Sudaryono merinci bahwa pegawai yang diberhentikan terdiri dari 244 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Selain itu, BGN juga menemukan sembilan ASN dan PPPK yang terindikasi melakukan pelanggaran berat, termasuk judi online dan dugaan korupsi.

Ia menegaskan bahwa terhadap pegawai yang terindikasi pelanggaran berat, proses pemecatan sangat mungkin dilakukan.

“Besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” tegasnya.

Tak hanya itu, BGN juga menemukan 39 pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin ringan. Mereka akan dikenai sanksi administrasi, mutasi, atau demosi sesuai tingkat pelanggaran.

“Demi menyelamatkan yang banyak yang baik”

Sudaryono menyebut langkah bersih-bersih ini bukan sekadar penindakan, melainkan upaya menyelamatkan lembaga dari praktik yang merusak tata kelola.

“Demi menyelamatkan yang banyak yang baik, maka kita hukum orang-orang yang tidak baik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kepemimpinannya akan menempatkan disiplin dan integritas sebagai prioritas utama di BGN.

Selain penertiban pegawai, Sudaryono juga mengambil keputusan besar di sektor operasional program MBG. BGN menyuspen permanen 833 dapur SPPG dari total 27.469 dapur aktif di seluruh Indonesia.

Rinciannya:

  • 98 dapur di Sumatera
  • 311 dapur di Jawa-Madura
  • 424 dapur di luar Jawa

Penutupan dilakukan karena dapur-dapur tersebut gagal memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan pengolahan limbah, meskipun sebelumnya telah diberikan tenggat waktu untuk melakukan perbaikan.

“Kalau ini sudah disuspen, tutup, enggak dibayar,” jelas Sudaryono.

Keputusan itu menunjukkan pendekatan tanpa kompromi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan.

Meski ratusan dapur ditutup, Sudaryono memastikan layanan MBG kepada sekolah tidak akan terhenti. Distribusi makanan akan dialihkan dari dapur sekitar yang masih memenuhi standar operasional.

“Kami pastikan ada dapur yang disuspen, sekolah tetap menerima manfaat,” ucapnya.

Dengan skema tersebut, BGN berupaya menjaga kontinuitas program sekaligus melakukan penataan kualitas layanan.

Baca Juga: Beda dengan Hotman, Ini Argumen yang Digunakan Febri Diansyah untuk Selamatkan Febrie Adriansyah

Di akhir konferensi pers, Sudaryono menegaskan fokus utama BGN saat ini adalah penanganan dugaan tindak pidana korupsi, perbaikan tata kelola MBG, serta peningkatan transparansi dan pelibatan publik.

Ia menyatakan BGN siap bekerja sama secara penuh dengan aparat penegak hukum.

“Kami siap bekerja sama seluas-luasnya dengan kejaksaan, membuka akses selebar-lebarnya,” tukasnya.

Langkah pemecatan ratusan pegawai, penutupan 833 dapur, dan komitmen membuka akses bagi penegak hukum menjadi sinyal kuat bahwa Sudaryono ingin memulai kepemimpinannya di BGN dengan penataan besar-besaran terhadap sumber daya manusia dan operasional program MBG.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: