Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos BGN Mendadak Peringatkan Kepala Dapur MBG, Jangan Tergiur Iming-iming...

Bos BGN Mendadak Peringatkan Kepala Dapur MBG, Jangan Tergiur Iming-iming... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan, kali ini bukan soal anggaran atau jumlah penerima manfaat, melainkan adanya dugaan oknum yang menawarkan bantuan kepada pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pun mendadak mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh mitra agar tidak mudah percaya terhadap tawaran tersebut. Terlebih, jika pihak tersebut menjanjikan dapur MBG yang belum beroperasi atau terkena suspend dapat kembali berjalan dengan syarat memberikan sejumlah uang.

"Seluruh kawan-kawan, mitra, yang mengatasnamakan saya, mengatasnamakan Ibu Waka, atau mengatasnamakan Pak Waka, atau mengatasnamakan pimpinan siapa pun, yang kemudian memberikan iming-iming bahwa nanti akan dibantu dapur-dapur yang belum beroperasi untuk segera beroperasi dengan imbalan biaya, saya pastikan itu adalah bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan," ungkap Sudaryono di akun Instagram, dikutip Senin (31/8/2026).

Baca Juga: Henri Subiakto: Gibran Pendorong Prabowo Terpilih Presiden, tapi Sekarang Keadaan Berubah

Ia meminta para mitra yang menemukan praktik semacam itu untuk tidak diam. Menurutnya, oknum yang menawarkan jasa dengan meminta imbalan untuk membuka suspend ataupun mengoperasikan dapur yang belum berjalan harus segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Manakala ada oknum-oknum yang kemudian menjajakan jasa meminta imbalan dalam rangka untuk membuka suspend atau membuka atau segera mengoperasikan dapur-dapur yang belum beroperasi, kemudian meminta imbalan uang mengatasnamakan saya atau pimpinan yang lain, maka kami pastikan berita itu tidak benar dan Anda korban wajib dan kami harapkan melapor kepada pihak yang berwajib, yaitu pihak kepolisian sehingga tindak pidana penipuan ini bisa segera ditindaklanjuti," ujar Sudaryono.

Sudaryono pun menegaskan tidak ada pihak yang diberi kewenangan oleh BGN untuk melakukan hal tersebut. Karena itu, setiap tawaran yang mengatasnamakan pimpinan BGN dan disertai permintaan uang dipastikan bukan bagian dari kebijakan resmi lembaga.

Baca Juga: MBG Dapat Anggaran Jumbo Lagi di 2027, Purbaya: Akan Ada Efisiensi

"Kami tidak pernah mengutus siapa pun, kami tidak pernah memberikan otoritas kepada siapa pun untuk membuka, memfasilitasi berbicara dengan para mitra atau dengan siapa pun, apalagi meminta imbalan uang dan lain sebagainya," tambah Sudaryono.

Peringatan tersebut muncul setelah BGN sebelumnya mengambil langkah tegas terhadap dapur-dapur MBG yang dinilai bermasalah. Sebanyak 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah ditutup karena tidak memenuhi standar operasional, higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan.

Tak hanya menutup dapur, BGN juga telah memberhentikan atau memecat 261 pegawai non-ASN. Selain itu, proses pemberhentian terhadap 66 kepala dapur Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) turut dilakukan karena adanya pelanggaran disiplin dan aturan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri