Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AI dan IoT Masuk Industri Sawit, NextSense Kenalkan Monitoring Real-Time

AI dan IoT Masuk Industri Sawit, NextSense Kenalkan Monitoring Real-Time Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sinergi Teknologi Solusindo memperkenalkan platform intelligence berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) bernama NextSense dalam ajang INAGRITECH 2026. Solusi tersebut dikembangkan untuk mempercepat transformasi digital berbagai sektor industri dengan fokus awal pada industri kelapa sawit melalui pemantauan operasional secara real-time, analisis data, hingga prediksi kondisi peralatan.

Direktur PT Sinergi Teknologi Solusindo Agustian Hermawan mengatakan NextSense mengintegrasikan sensor, perangkat lapangan, jaringan komunikasi, dan data operasional ke dalam satu platform. Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat memperoleh visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas operasional sekaligus mendeteksi potensi gangguan lebih dini.

"Kami melaunching beberapa solusi untuk industri kelapa sawit, mulai dari plantation, pengolahan produksi, limbah, energy, utility, hingga environment. Semua solusi ini menggabungkan berbagai jenis sensor, komunikasi satelit, algoritma software, sehingga pelaku industri bisa mendapatkan visibilitas data secara real time," ujar Agustian saat ditemui di JIEXPO, Jakarta.

Menurutnya, banyak fasilitas industri masih menghadapi persoalan data yang tersebar di berbagai perangkat, panel kontrol, maupun pencatatan manual. Kondisi tersebut membuat informasi penting sering terlambat diketahui dan menghambat proses pengambilan keputusan.

Melalui NextSense, seluruh data operasional dikumpulkan dalam satu dashboard sehingga operator, tim engineering, manajemen, hingga pemilik perusahaan dapat memantau kondisi aset secara lebih cepat. Platform tersebut juga dilengkapi fitur pemantauan aset, utilitas, energi, tangki penyimpanan, sistem peringatan dini, rekomendasi tindakan, serta histori kejadian.

Agustian menegaskan tujuan utama platform tersebut bukan sekadar menyajikan data dalam jumlah besar, melainkan mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas tindakan.

"Tujuan NextSense bukan hanya menampilkan banyak angka, tetapi membantu perusahaan memahami apa yang sedang terjadi, mana yang perlu diprioritaskan, dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan lebih dulu," katanya.

Pada industri kelapa sawit, NextSense dirancang untuk memantau berbagai proses, mulai dari boiler, turbin, screw press, clarification, tangki penyimpanan, konsumsi energi, hingga utilitas air. Sistem mampu mendeteksi perubahan tekanan uap, temperatur, maupun getaran mesin sehingga pemeriksaan dapat dilakukan sebelum gangguan berkembang menjadi downtime atau memengaruhi hasil produksi.

"Manfaatnya tentu meningkatkan produksi oil agar lebih terukur sesuai target, meminimalisir downtime, melihat efisiensi penggunaan energi secara lebih efektif, hingga memonitor pengolahan limbah agar lebih aman menggunakan teknologi monitoring yang kami kembangkan," ujar Agustian.

Selain proses pengolahan, perusahaan juga memperkenalkan solusi Smart Agriculture yang memanfaatkan sensor untuk mengukur kelembapan dan kandungan nutrisi tanah. Berdasarkan data tersebut, sistem dapat memberikan rekomendasi waktu irigasi dan pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Pemantauan juga mencakup infrastruktur pendukung seperti reservoir air dan pompa irigasi. Sensor getaran dan pengukur putaran mesin (RPM) memungkinkan sistem mendeteksi penurunan performa peralatan lebih awal sehingga risiko kerusakan dapat diantisipasi sebelum mengganggu operasional.

Dalam pengembangannya, NextSense memanfaatkan teknologi machine learning untuk mengolah data dari ribuan sensor menjadi pola dan tren operasional. Analisis tersebut digunakan untuk memprediksi potensi kerusakan mesin maupun penurunan kualitas crude palm oil (CPO), sehingga perusahaan memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan langkah pencegahan.

"Kami menerapkan model machine learning untuk membaca pola data dari sensor menjadi tren yang bisa memberikan insight kepada pengguna, misalnya memprediksi kerusakan mesin atau penurunan kualitas CPO sebelum benar-benar terjadi," kata Agustian.

Ia menilai teknologi AI kini telah menjadi kebutuhan bagi dunia industri untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

"AI sudah bukan hal yang mewah. Teknologi ini sudah menjadi sesuatu yang umum dan sudah saatnya semua industri memanfaatkan machine learning untuk meningkatkan produktivitas," tegasnya.

Meski demonstrasi di INAGRITECH 2026 difokuskan pada industri kelapa sawit, NextSense dirancang sebagai platform modular dan vendor-agnostic yang dapat diintegrasikan dengan berbagai perangkat. Platform tersebut mendukung berbagai jaringan komunikasi, mulai dari LoRaWAN, seluler, satelit, hingga sinkronisasi lokal-cloud sehingga tetap dapat digunakan di lokasi dengan kondisi jaringan yang beragam.

Selain sektor agrikultur, NextSense juga diproyeksikan dapat diterapkan pada industri manufaktur, energi, kelautan, pertambangan, pengolahan air dan limbah, hingga gedung komersial yang membutuhkan sistem monitoring berbasis data.

Saat ini solusi tersebut telah digunakan oleh sejumlah perusahaan swasta di industri kelapa sawit dan kelapa. Ke depan, PT Sinergi Teknologi Solusindo menargetkan perluasan implementasi NextSense untuk mempercepat digitalisasi sektor agrikultur Indonesia agar semakin kompetitif di pasar global.

"Kami ingin industri agrikultur Indonesia menjadi lebih terdigitalisasi agar mampu bersaing secara global. Tantangan terbesar memang mengedukasi pelaku industri mengenai pentingnya digitalisasi, tetapi kami optimistis karena kesadaran terhadap teknologi terus meningkat," pungkas Agustian.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat