Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kementan Pastikan Stok Beras 26 Juta Ton Aman Hadapi El Nino, Cukup untuk 10 Bulan

Kementan Pastikan Stok Beras 26 Juta Ton Aman Hadapi El Nino, Cukup untuk 10 Bulan Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) merilis data terbaru yang memastikan ketahanan pangan nasional berada pada level sangat aman dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino. Berdasarkan penghitungan pemerintah, total ketersediaan pasokan beras di dalam negeri saat ini menyentuh angka 26 juta ton.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, merinci bahwa pasokan tersebut berasal dari gabungan stok fisik di gudang Bulog sebesar 5,2 juta ton, cadangan Horeka sebesar 10,8 juta ton, serta potensi panen padi di lapangan (standing crop) yang mencapai 10 juta ton.

"Berarti 10 tambah 10,8 tambah 5,2, totalnya adalah 26 juta ton. Saya ulangi, 10 juta ton standing crop, kemudian 10,8 kurang lebih itu adalah Horeka, 5,2 juta ton adalah Bulog. Totalnya, pas 26 juta ton," jelas Mentan Amran dalam jumpa pers di kantor Kementerian Pertanian, Kamis (30/7/2026).

Amran melanjutkan, dengan tingkat konsumsi rata-rata nasional yang berada di angka 2,6 juta ton per bulan, pasokan sebanyak 26 juta ton diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan.

"26 juta ton itu per bulan 2,6 juta konsumsi. Artinya cukup untuk 10 bulan. Cukup untuk 10 bulan ke depan. Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei. Overlap. Maret 2027 itu sudah panen," tegas Amran.

Lebih lanjut, Amran menegaskan ancaman kemarau panjang akibat angin El Nino Godzilla, tidak akan mengancam pada ketersediaan beras nasional sampai Maret tahun depan.

“Artinya apa? El Nino Godzilla yang sekarang lagi ramai, insyaallah kita bisa lolos dan tidak mempengaruhi kondisi perberasan Indonesia. Stok kita aman. Dan kemarin dan sebelumnya, kemarin Ratas, sebelumnya kita Ratas, kami menghadap Bapak Presiden bahwasanya stok kita cukup, kemudian mengantisipasi El Nino,” jelas Amran.

Melalui perhitungan neraca ketersediaan yang terus mengalami surplus (overlap) saat memasuki masa panen raya di bulan Maret, Kementan menggaransi pasokan beras nasional tidak akan terganggu oleh fenomena kekeringan global.

Sebelumnya diketahui, Fenomena El Nino 2026 terus menunjukkan tanda-tanda penguatan. Kondisi tersebut bahkan diprediksi menjadi salah satu El Nino terkuat dalam beberapa dekade terakhir.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat memperkirakan El Nino akan terus menguat hingga akhir 2026. Fenomena tersebut juga diprediksi bertahan hingga awal 2027.

Dikutip dari Surfer, Senin (27/7/2026), NOAA mencatat suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur berada di atas rata-rata. Perubahan pola sirkulasi atmosfer juga menunjukkan karakteristik El Nino.

"Suhu permukaan laut di wilayah ekuator Samudra Pasifik bagian tengah dan timur berada di atas rata-rata. Anomali sirkulasi atmosfer di wilayah ekuator Pasifik juga konsisten dengan kondisi El Nino," tulis NOAA.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Amran Siapkan Bibit Gratis dan Pengolahan Lahan bagi Pesantren

Baca Juga: Harga Ayam-Telur Merangkak Naik, Mentan Amran Blak-blakan Singgung Efek MBG

NOAA memperkirakan peluang El Nino bertahan hingga awal musim semi 2027 mencapai 97 persen. Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas badai tropis di Samudra Pasifik.

Badai Tropis Elida menjadi badai pertama yang terbentuk saat kondisi El Nino pada pertengahan Juli. Beberapa hari kemudian, Badai Fausto berkembang menjadi lebih kuat dan menghasilkan gelombang panjang menuju Hawaii serta pesisir Meksiko.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra